Prabowo Kunjungi Pakistan Tingkatkan Kerja Sama

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dijadwalkan melakukan kunjungan resmi ke Islamabad, Pakistan, pada 8–9 Desember 2025.

Lawatan ini merupakan kunjungan resmi pertama Prabowo ke Pakistan sejak pelantikannya pada 20 Oktober 2024.
Kunjungan tersebut dilakukan atas undangan Perdana Menteri Pakistan,
Shehbaz Sharif, dan menjadi bagian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik antara kedua negara.

- Advertisement -

Dalam agenda resmi, Prabowo akan menggelar pertemuan tingkat tinggi dengan Perdana Menteri Sharif, bertemu Presiden Pakistan Asif Ali Zardari, serta pejabat senior militer Pakistan.

Menurut keterangan resmi Kedutaan Besar Pakistan di Indonesia yang dikutip Antara pada Senin (8/12/2025), kedua negara akan membahas arah baru kerja sama di berbagai sektor, termasuk perdagangan, investasi, pertahanan, kesehatan, teknologi informasi, lingkungan, pendidikan, dan budaya. Sejumlah nota kesepahaman (MoU) dipersiapkan untuk ditandatangani selama kunjungan.

Presiden Prabowo bertolak menuju Islamabad dari Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda, Aceh Besar, pada Senin pagi, didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, dengan menggunakan pesawat Garuda Indonesia-1 PK-GIG.

- Advertisement -

Sebelum keberangkatan, Prabowo memimpin penanganan dampak banjir bandang dan longsor di Aceh.

Ia menggelar rapat koordinasi lintas kementerian/lembaga pada Minggu (7/12/2025) malam, meninjau pembangunan jembatan bailey di Teupin Mane, Kabupaten Bireuen, serta mengecek kondisi pengungsi di Gampong Pante Baro.

Hingga berita ini ditayangkan, pihak Istana belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana keberangkatan Presiden ke Pakistan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Mendagri Wanti-Wanti Kepala Daerah Jangan Selewengkan TKD Bencana

JCCNetwork.id- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian mengingatkan para kepala daerah di Sumatera yang terdampak banjir agar tidak menyalahgunakan anggaran Transfer Keuangan Daerah (TKD) yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER