JCCNetwork.id- Dewi Astutik, mantan Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Ponorogo, Jawa Timur, dalang jaringan narkoba internasional yang menjangkau Asia, Amerika, hingga Afrika. Perjalanan kariernya dimulai dari pekerja rumah tangga di Taiwan, Hong Kong, dan Kamboja, sebelum akhirnya menetap di Dubai, Uni Emirat Arab.
Kasusnya mencuat setelah terungkap dugaan perannya sebagai otak intelektual penyelundupan 2 ton sabu senilai Rp5 triliun ke Indonesia, yang terkait dengan jaringan Golden Triangle. Pengembangan operasinya didukung oleh seorang warga negara Nigeria berinisial DON, yang disebut-sebut sebagai pelindung atau “Godfather” Dewi selama di Kamboja.
Dengan modal dan perlindungan dari DON, Dewi merasa mampu membangun dan mengendalikan jaringan narkoba lintas benua. Namun, kolaborasi mereka berakhir setelah DON lebih dulu ditangkap dan diekstradisi ke Amerika Serikat.























