JCCNetwork.id- Iran menggelar latihan militer besar-besaran melibatkan angkatan laut dan rudal di perairan strategis Laut Oman, Selat Hormuz, dan Teluk Persia.
Media pemerintah melaporkan, latihan ini berlangsung selama dua hari, dimulai pada Kamis (4/12/2025), dan mencakup peluncuran rudal balistik dan jelajah, serangan pesawat nirawak, serta operasi pertahanan udara.
Latihan ini dilakukan beberapa bulan setelah serangan udara Israel dan Amerika Serikat terhadap fasilitas nuklir Iran pada Juni lalu, yang menimbulkan ketegangan regional.
Dalam latihan tersebut, Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Islam menembakkan rudal Qadr-110, Qadr-380, Qadir, dan 303 dari posisi-posisi di wilayah dalam negeri, dengan target di Teluk Oman yang berhasil dihantam secara presisi. Pesawat nirawak juga melakukan simulasi serangan terhadap pangkalan musuh.
Menurut Press TV, latihan ini bertujuan menyampaikan pesan “perdamaian dan persahabatan kepada negara-negara tetangga,” sekaligus menegaskan kesiapan Iran merespons “kesalahan perhitungan oleh musuh.” Selain itu, unit angkatan laut berlatih pertahanan udara terhadap target yang datang dan menghadapi peperangan elektronik, termasuk penggunaan sistem pertahanan udara berbasis kapal.
Ketegangan di kawasan meningkat setelah serangan udara terkoordinasi Israel-AS terhadap situs nuklir Iran di Fordow, Natanz, dan Isfahan pada Juni lalu.
Teheran menegaskan tidak memiliki program senjata nuklir dan menyebut serangan tersebut sebagai pelanggaran kedaulatan. Fasilitas yang rusak dikabarkan akan dibangun kembali, dan pengayaan uranium akan dilanjutkan.
Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menyatakan serangan tersebut tidak menghentikan kemampuan pengayaan Iran, sementara Presiden Masoud Pezeshkian menegaskan situs-situs nuklir akan dipulihkan.
Selain latihan laut dan rudal, Iran juga menggelar latihan anti-terorisme di provinsi Azerbaijan Timur dengan partisipasi Organisasi Kerja Sama Shanghai (China, Rusia, India, Pakistan, dan beberapa negara Asia Tengah), menegaskan fokus Iran pada keamanan dalam negeri serta kerja sama keamanan internasional.























