BMKG Ingatkan Waspada Banjir di Puncak Hujan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengonfirmasi sebagian besar wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan pada akhir November 2025. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis Kamis (4/12/2025) dini hari, sebanyak 75,3 persen atau 526 dari total 698 zona musim di Indonesia berada dalam fase penghujan.

Hujan kini mulai merata di wilayah berpenduduk padat. Di Sumatra, curah hujan sudah turun di sebagian Aceh, Sumatra Utara, Sumatra Barat, Riau, Jambi, Sumatra Selatan, serta sebagian Bengkulu dan Lampung, termasuk Bangka Belitung. Sementara di Jawa dan Bali, wilayah yang terdampak hujan meliputi sebagian Banten, Jawa Barat, Jakarta, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, sebagian besar Jawa Timur, serta Bali.

- Advertisement -

Distribusi hujan juga meluas ke kawasan timur Indonesia. BMKG mencatat sebagian Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Timur telah memasuki musim basah. Kemudian di Sulawesi dan Indonesia Timur, wilayah yang terdampak mencakup Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, sebagian Maluku, dan beberapa wilayah Papua.

Di sisi lain, Provinsi Gorontalo menjadi satu-satunya wilayah yang masih tercatat mengalami durasi hari tanpa hujan kategori menengah, yakni sekitar 30 hari, meski tidak termasuk kondisi ekstrem.

BMKG menegaskan tidak ada provinsi yang mengalami kekeringan panjang lebih dari dua bulan pada periode ini. Meski demikian, masyarakat diminta tetap waspada terhadap potensi anomali cuaca yang bisa berdampak pada krisis air maupun bencana hidrometeorologi.

- Advertisement -

“Gunakan air secara hemat dan bijak agar risiko kekeringan dapat dihadapi bersama. Bagi masyarakat di daerah yang telah memasuki musim hujan, periksa kondisi lingkungan agar mampu menampung serta mengalirkan air hujan dengan baik,” tulis BMKG.

BMKG mengingatkan bahwa puncak musim hujan berpotensi meningkatkan ancaman banjir, sehingga upaya mitigasi harus dipersiapkan sejak dini. Langkah preventif, seperti membersihkan saluran air dan memastikan drainase berfungsi optimal, dinilai penting untuk meminimalkan risiko ketika curah hujan meningkat dalam beberapa bulan ke depan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Verrel Bramasta Klarifikasi Rompi Saat Tinjau Banjir

JCCNetwork.id-Artis sekaligus anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Verrel Bramasta, angkat bicara terkait heboh di media sosial soal penampilannya mengenakan rompi saat meninjau korban...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER