Banjarmasin Jadi Percontohan Vaksinasi DBD

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah menetapkan Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan, sebagai salah satu daerah percontohan pelaksanaan program vaksinasi Demam Berdarah Dengue (DBD) nasional. Bersama DKI Jakarta dan Palembang, Banjarmasin akan menjalankan program yang bersumber dari hibah vaksin dengue tersebut mulai Januari 2026.

Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin, menyampaikan bahwa sebanyak 7.500 siswa kelas 3 dan 4 Sekolah Dasar menjadi sasaran tahap pertama. Saat ini, persiapan teknis serta sosialisasi di sekolah sudah mulai digencarkan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak.

- Advertisement -

“Banjarmasin terpilih menjadi salah satu daerah vaksinasi DBD bersama Jakarta dan Palembang. Pelaksanaan vaksinasi akan digelar Januari 2026 mendatang. Saat ini sosialisasi tengah dilakukan ke sekolah-sekolah,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Selatan, Diauddin, Jumat (28/11).

Menurutnya, salah satu tantangan terbesar bukan hanya penyediaan fasilitas maupun tenaga medis, tetapi juga penerimaan masyarakat terhadap program baru ini. Ia menegaskan bahwa vaksinasi dilakukan secara sukarela.

“Tantangan terbesar bukan hanya soal teknis pelaksanaan vaksinasi, tetapi juga penerimaan masyarakat. Setiap program baru selalu butuh waktu untuk membangun kepercayaan. Tidak ada paksaan dalam vaksinasi ini,” kata Diauddin.

- Advertisement -

Kalimantan Selatan merupakan wilayah dengan kasus DBD yang fluktuatif. Sepanjang 2024, tercatat 3.236 kasus dengan 16 kematian. Hingga November 2025, kasus menurun menjadi 460 kasus dan satu kematian, namun Banjarmasin dan Kabupaten Banjar masih menjadi wilayah dengan insiden tertinggi.

Menurut Ketua Tim Dokter Anak Kalsel untuk vaksin dengue, Prof dr. Edi Hartoyo, pelaksanaan vaksinasi di daerah endemis merupakan langkah penting untuk menekan angka kesakitan dan kematian, sekaligus menguji efektivitas vaksin dalam cakupan yang lebih luas.

“Beberapa negara ASEAN sudah memulai fase satu. Provinsi tetangga, Kaltim juga sudah menggunakan, tetapi mereka beli mandiri,” ujarnya.

Pelaksanaan vaksinasi akan dilakukan dalam dua kali penyuntikan, yaitu pada Januari 2026 dan tiga bulan setelahnya. Berdasarkan data efektivitas klinis, vaksin disebut mampu memberikan perlindungan hingga 80 persen dalam mencegah infeksi, serta 85 persen dalam mencegah gejala berat, dengan pemantauan pascapenyuntikan selama tiga tahun.

Total 30 ribu dosis vaksin telah dialokasikan untuk Kalimantan Selatan. Harga vaksin di luar skema hibah sendiri tergolong tinggi, yakni sekitar Rp1,2 juta per orang, sehingga pemerintah menilai dukungan hibah ini sangat membantu peningkatan cakupan perlindungan masyarakat.

Pemerintah daerah berharap program percontohan ini mampu menurunkan risiko wabah musiman, terutama saat curah hujan tinggi, sekaligus menjadi dasar perluasan vaksinasi DBD bagi kelompok usia sekolah di masa mendatang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Produksi Beras Melonjak, RI Capai Swasembada

JCCNetwork.id- Kinerja sektor pertanian nasional menunjukkan penguatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir, tercermin dari meningkatnya ekspor, menurunnya impor, serta berbagai indikator strategis lain yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER