JCCNetwork.id-Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengimbau warga Ibu Kota untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit yang rawan muncul pada masa pancaroba, terutama Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Ani Ruspitawati, menegaskan perlunya langkah pencegahan sejak dini di tengah perubahan cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini.
“Mencegah ISPA jauh lebih baik daripada mengobati. Mulailah menjaga imunitas tubuh dari sekarang,” ujar Ani dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (14/11).
Ia menjelaskan, pola cuaca yang berubah drastis dari panas terik ke hujan deras menciptakan kondisi ideal bagi virus dan bakteri untuk berkembang dan menginfeksi saluran pernapasan.
Selain itu, udara kering dan fluktuasi suhu dapat menurunkan daya tahan tubuh, membuat masyarakat lebih rentan mengalami batuk, pilek, demam, hingga kelelahan.
Ani memaparkan bahwa musim pancaroba turut memicu peningkatan penularan virus seperti influenza, adenovirus, serta bakteri penyebab pneumonia. Risiko ISPA juga diperburuk oleh polusi udara, ventilasi yang buruk, paparan asap rokok, dan rendahnya imunitas tubuh.
Karena itu, Dinkes DKI Jakarta meminta masyarakat disiplin menerapkan langkah pencegahan, meliputi penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, menghindari asap rokok, menjaga pola makan bergizi, memenuhi kebutuhan cairan setidaknya delapan gelas per hari, serta beristirahat cukup.
Warga juga diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan jika mengalami gejala berkelanjutan seperti batuk, pilek, atau demam.
Dinkes DKI Jakarta mencatat sebanyak 1.966.308 kasus ISPA terjadi sepanjang Januari hingga Oktober 2025. Lonjakan signifikan telah terpantau sejak Juli 2025.
“Kami terus mengingatkan warga agar tetap waspada dan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, terutama di masa peralihan musim seperti saat ini,” tutup Ani.























