JCCNetwork.id- Usai gagal membawa Timnas Indonesia melangkah ke Piala Dunia 2026, pelatih Patrick Kluivert langsung meninggalkan Tanah Air. Menurut laporan akun kredibel sepak bola @futboll.indonesiaa, Kluivert bersama seluruh staf pelatihnya telah terbang pulang ke Belanda tak lama setelah kekalahan Indonesia dari Irak.
Kluivert, yang ditunjuk sebagai pelatih pada Januari 2025, memang dikenal jarang berada di Indonesia. Ia lebih sering menetap di Belanda dan baru hadir menjelang laga-laga internasional bersama skuad Garuda.
Kekalahan 0-1 dari Irak menjadi pukulan terakhir bagi skuad Garuda. Hasil tersebut memastikan Indonesia gagal lolos ke Piala Dunia 2026. Tak lama berselang, seruan “Kluivert Out” menggema tidak hanya di stadion, tetapi juga membanjiri lini masa media sosial.
Saat ini, Patrick Kluivert masih terikat kontrak dengan PSSI hingga 2027. Namun, nasibnya akan segera ditentukan lewat rapat Komite Eksekutif (Exco) PSSI dalam beberapa hari ke depan. Bila dipecat, federasi harus membayar kompensasi besar, mengingat gaji Kluivert diperkirakan mencapai Rp1,5 hingga Rp2,3 miliar per bulan.
Apabila posisinya tetap dipertahankan, Kluivert akan memimpin skuad Garuda di dua ajang besar Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027. Namun di Piala AFF, ia tak bisa menurunkan pemain-pemain diaspora karena turnamen itu tidak termasuk kalender resmi FIFA.
Kini publik menanti langkah tegas PSSI: bertahan dengan Kluivert, atau memulai era baru bagi skuad Garuda.























