JCCNetwork.id- Karier politik Wahyudin Moridu, mantan anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), resmi berakhir setelah dipecat akibat pernyataannya yang viral terkait “merampok uang negara”. Kini, ia kembali ke kehidupan sederhana, berprofesi sebagai sopir truk demi menyambung hidup.
Pemecatan Wahyudin Moridu dari keanggotaan DPRD Provinsi Gorontalo diumumkan secara resmi pada Senin (22/9/2025) dalam sidang etik oleh Badan Kehormatan (BK) DPRD.
Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Ideologi dan Kaderisasi, Djarot Saiful Hidayat, menyatakan bahwa pemecatan dilakukan karena Wahyudin melanggar disiplin partai secara berat.
“Itu pelanggaran berat terhadap disiplin partai, disiplin ideologi, dan disiplin etika. Setiap pelanggaran harus diberi sanksi sesuai tingkatannya,” tegas Djarot, Sabtu (20/9/2025).
Setelah resmi dipecat, Wahyudin Moridu kini menjalani hidup sebagai sopir truk. Ia mengaku memulai dari nol dan tak malu bekerja keras demi menghidupi keluarganya.
Dalam sebuah video yang diunggah di akun TikTok istrinya, Mega Nusi, Wahyudin memperlihatkan dua lembar uang Rp100.000 hasil jerih payahnya mengangkut semen dan muatan lain.
“Gaji pertama pasca jadi anggota DPRD Provinsi, dapat Rp200.000. Hari ini kita celengan (tabung), insyaallah berkah,” ujar Wahyudin.
Ia menghitung bahwa dengan penghasilan Rp100.000 per hari, dirinya bisa mengantongi sekitar Rp3 juta per bulan, yang menurutnya sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
“Satu hari Rp100.000, satu bulan Rp3 juta, lumayan lah,” ungkapnya.
Wahyudin pun menegaskan bahwa ia tak malu kembali ke profesi lamanya sebagai sopir truk dan tetap mempertahankan pergaulan yang sama seperti sebelumnya.
Dalam siaran langsung TikTok bersama sang istri, Wahyudin juga mengklaim sempat diperas oleh seseorang yang meminta uang sebesar Rp10 juta agar video dirinya tidak disebarluaskan. Karena tak mampu memenuhi permintaan itu, video pun viral.
“Ada seseorang yang sempat meminta dana Rp10 juta. Tapi saya tidak punya uang. Istri saya bilang tidak usah kasih, kalaupun harus dipecat, ya terima saja,” ucap Wahyudin.



