JCCNetwork.id- Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Jumat (22/8/2025), untuk meninjau kondisi wilayah yang terdampak gempa bumi magnitudo 6,0. Kunjungan tersebut sekaligus menjadi bentuk perhatian pemerintah pusat terhadap masyarakat yang masih hidup dalam bayang-bayang bencana.
Berdasarkan pantauan, Wapres Gibran tiba di Bandara Kasiguncu, Poso, sekitar pukul 12.00 Wita menggunakan pesawat khusus. Setibanya di lokasi, ia langsung bergerak menuju titik terdampak untuk bertemu langsung dengan warga dan memastikan penanganan darurat berjalan sesuai rencana.
Di Lapangan Sepak Bola Tangkura, Gibran menyaksikan aktivitas belajar mengajar di sekolah darurat yang didirikan pascabencana. Ia menyapa anak-anak sekolah dasar yang tetap bersemangat melanjutkan pendidikan meski fasilitas terbatas. Dalam kesempatan itu, Wapres juga menyerahkan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia serta meninjau penyaluran bantuan kebutuhan dasar dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Anak-anak tetap sekolah ya Bu ya,” ujar Gibran.
Ucapan itu langsung disambut dengan optimisme warga yang berusaha bangkit di tengah kesulitan. “Iya tetap,” jawab seorang warga.
Selain meninjau sekolah darurat, Wapres juga menyempatkan diri mengunjungi SDN 1 Tangkura yang mengalami kerusakan akibat guncangan. Agenda kemudian dilanjutkan dengan pemantauan di RSUD Poso untuk melihat kondisi korban luka serta memastikan layanan kesehatan berjalan optimal.
Situasi di Kabupaten Poso sendiri masih belum stabil. Getaran susulan yang terus terjadi setelah gempa utama pada Minggu (18/8/2025) membuat warga belum berani kembali ke rumah masing-masing. Sebagian besar masyarakat memilih mendirikan tenda darurat di halaman rumah, sementara sejumlah lainnya mengungsi ke wilayah pegunungan untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan.
Pemerintah pusat melalui BNPB menegaskan akan terus menyalurkan bantuan logistik serta kebutuhan dasar lainnya. Kunjungan Wapres Gibran diharapkan mampu memberikan dorongan moral bagi warga Poso agar tetap bertahan menghadapi situasi sulit.























