JCCNetwork.id- Gempa bumi bermagnitudo 4,9 yang mengguncang Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Rabu (20/8) malam, berdampak pada perjalanan sejumlah kereta di wilayah Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta. PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengambil langkah darurat dengan menghentikan sementara perjalanan kereta api hingga pemeriksaan jalur dinyatakan aman.
Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Ixfan Hendriwintoko, menjelaskan bahwa Pusat Pengendali Operasi segera menginstruksikan pemberhentian luar biasa (BLB) untuk seluruh kereta yang tengah beroperasi, termasuk perjalanan jarak jauh, lokal, hingga commuter line. Langkah itu ditempuh untuk memastikan keselamatan penumpang maupun awak kereta.
“Pemberhentian dilakukan setelah menerima instruksi untuk berhenti,” ujar Ixfan di Jakarta, Kamis (21/8).
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh oleh petugas lapangan, mencakup jalur rel, jembatan, hingga sistem persinyalan. Seluruh tim operasi, termasuk masinis, terus mendapatkan pembaruan kondisi dari pusat kendali.
“Koordinasi terus dilakukan antara petugas jalan rel dan jembatan, serta semua jajaran operasional, termasuk masinis yang selalu mendapatkan pantauan terbaru dari Pusat Pengendali Operasi KA Daop 1 Jakarta,” ungkap Ixfan.
Hasilnya, petugas memastikan operasional kereta api di Daop 1 Jakarta berjalan dengan normal setelah gempa bermagnitudo 4,9. Kepastian ini didapat setelah petugas memeriksa secara menyeluruh dan detail struktur jalan rel.
“Termasuk kekuatan bangunan dalam hal ini jembatan rel KA, jalur rel KA, maupun persinyalan,” tutur Ixfan.
Sekitar pukul 20.28 WIB, hasil pemeriksaan memastikan bahwa seluruh prasarana kereta di wilayah Daop 1 Jakarta dalam kondisi aman. Dengan demikian, perjalanan kereta api dapat kembali beroperasi secara normal.
“Para petugas KAI memastikan bahwa jalur KA aman, dan seluruh KA diperbolehkan melanjutkan kembali perjalanan,” kata Ixfan.
KAI menegaskan akan terus menempatkan petugas di titik-titik rawan untuk mengantisipasi dampak lanjutan. Selain itu, pemantauan jalur rel, jembatan, dan sistem persinyalan akan dilakukan secara berkala demi menjamin keamanan transportasi publik berbasis rel tersebut.













