Prabowo Lantik 1.305 Pamong Praja Muda IPDN

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, akan melantik 1.305 lulusan Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Angkatan XXXII dalam sebuah upacara resmi yang dijadwalkan berlangsung pada Senin, 28 Juli 2025, di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.

Dalam agenda kenegaraan tersebut, selain memimpin prosesi pelantikan, Presiden juga direncanakan menyampaikan pengarahan kepada para lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan dan pelatihan sebagai calon aparatur sipil negara (ASN) di bidang kepamongprajaan.

- Advertisement -

“Benar, Presiden Prabowo akan memberikan arahan kepada para Praja Muda di Balairung, setelah itu Presiden akan melakukan pelantikan Pamong Praja Muda angkatan XXXII,” kata Wakil Menteri Dalam Negeri Bima Arya Sugiarto saat dikonfirmasi.

Pelantikan ini merupakan bagian dari puncak rangkaian prosesi akademik Sidang Senat Terbuka IPDN tahun 2025. Sebelumnya, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian telah lebih dulu menghadiri sidang tersebut dan menyampaikan orasi ilmiah sekaligus arahan kepada para wisudawan.

Diketahui, jumlah lulusan IPDN tahun ini mencapai 1.305 orang yang terdiri dari berbagai jenjang pendidikan. Rinciannya yakni 1.110 orang dari Program Sarjana Terapan Ilmu Pemerintahan, 81 orang dari Program Magister Terapan, 56 orang dari Program Doktor Ilmu Pemerintahan, serta 58 peserta dari Program Profesi Kepamongprajaan.

- Advertisement -

Rektor IPDN, Prof. Dr. Halilul Khairi, menyampaikan bahwa para wisudawan telah menyelesaikan pendidikan dengan standar akademik dan pelatihan kepamongprajaan yang ketat.

Dalam sambutannya pada sidang senat, Mendagri Tito Karnavian menekankan pentingnya keberadaan IPDN sebagai pusat pendidikan dan pelatihan calon pemimpin pemerintahan yang kompeten dan berbasis ilmu.

“IPDN merupakan tempat lahirnya Aparatur Sipil Negara (ASN) profesional yang bisa menjalankan pemerintahan yang efektif dan efisien sehingga nantinya menjadi kunci untuk dapat survive di dunia,” tutur Tito.

Ia juga menekankan pentingnya pendekatan ilmiah dalam proses pengambilan kebijakan. Menurutnya, seorang pemimpin atau aparatur tidak boleh hanya mengandalkan intuisi atau pengalaman tanpa basis data atau teori yang kuat.

”Sebaliknya jika membuat kebijakan terutama bagi para pengambil kebijakan tanpa didasarkan pada teori atau basis data itu gambling. Yang terbaik adalah membuat kebijakan didasarkan kepada data atau teori yang ilmiah,” ucapnya.

Pemerintah berharap, para lulusan IPDN yang baru akan segera ditempatkan di berbagai institusi pemerintahan baik di pusat maupun daerah, membawa semangat reformasi birokrasi, serta menjalankan tugas dengan integritas tinggi.

Kegiatan pelantikan ini juga menjadi yang pertama kali dipimpin langsung oleh Presiden Prabowo sejak dilantik sebagai Presiden RI periode 2024–2029. Momen ini dinilai penting sebagai bentuk komitmen pemerintahan Prabowo dalam memperkuat fondasi ASN yang berkualitas dan siap menghadapi dinamika pelayanan publik yang semakin kompleks.

Pelantikan dijadwalkan berlangsung dengan pengamanan ketat dan dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, pimpinan daerah, serta orang tua para wisudawan

- Advertisement -

BACA LAINNYA

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER