Embun Upas Selimuti Bromo, Suhu Tembus 0°C

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Fenomena embun beku atau embun upas kembali melanda kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sepanjang Juli 2025. Fenomena alam musiman ini terjadi seiring dengan turunnya suhu ekstrem hingga mencapai 0 derajat Celsius di beberapa titik, mengubah permukaan dedaunan, rerumputan, dan tanah menjadi lapisan es tipis yang memesona.

Pantauan di lapangan menunjukkan embun es menyelimuti sejumlah titik favorit wisatawan, seperti Ranu Pani, Ranu Regulo, Ranu Kumbolo, savana Lembah Watangan, Oro-oro Ombo, hingga padang pasir luas di kawasan Pengol. Pemandangan pagi hari di kawasan tersebut dipenuhi kilauan es akibat suhu rendah, menjadikan fenomena ini magnet bagi para pencinta alam dan fotografi.

- Advertisement -

Kepala Bagian Tata Usaha Balai Besar TNBTS, Septi Eka Wardhani, menjelaskan bahwa embun beku merupakan fenomena rutin yang biasa terjadi di musim kemarau, terutama pada bulan Juli hingga Agustus.

“Fenomena ini memang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan. Namun, penting untuk disadari bahwa suhu yang mencapai 0 derajat celsius membutuhkan persiapan fisik dan perlengkapan yang matang dari pengunjung,” ujar Septi, Jumat (27/7/2025).

Pihak TNBTS mengimbau wisatawan untuk mempersiapkan perlengkapan memadai, termasuk pakaian hangat dan alat pendakian sesuai destinasi yang dituju. Aktivitas di titik-titik populer seperti berkemah di Ranu Kumbolo atau mendaki ke puncak Mahameru harus dilakukan dengan kesiapan penuh, mengingat medan yang terjal serta suhu dingin yang bisa membahayakan bila tak diantisipasi.

- Advertisement -

Tak hanya menarik secara visual, embun upas juga menjadi indikator awal musim kemarau di kawasan pegunungan Tengger-Semeru. Seiring dengan itu, TNBTS mengingatkan agar seluruh aktivitas wisata tetap memperhatikan risiko kebakaran hutan yang kerap meningkat di musim kering.

“Musim kemarau telah tiba. Selain menikmati keindahan alam, kita juga harus menjaga kelestarian lingkungan dan menghindari aktivitas yang bisa memicu kebakaran,” tambahnya.

Tingginya antusiasme terhadap fenomena ini turut mencerminkan tren meningkatnya minat wisata berbasis alam ekstrem. Wisatawan yang datang dengan kesiapan fisik dan perlengkapan lengkap kerap menyebut pengalaman menjelajahi kawasan Bromo-Semeru di suhu beku sebagai momen yang tak terlupakan.

Balai Besar TNBTS terus memantau perkembangan suhu serta potensi risiko yang muncul. Petugas gabungan juga disiagakan untuk membantu dan mengarahkan wisatawan agar kunjungan tetap aman dan nyaman di tengah fenomena alam tahunan ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Abdul Mu’ti Tinjau Revitalisasi Sekolah dan Salurkan Bantuan di Nias Utara

JCCNetwork.id- Pemerintah terus memperkuat upaya pemerataan kualitas pendidikan di daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (3T). Salah satu langkah konkret yang kini dijalankan adalah revitalisasi...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER