KSPI Kerahkan 75 Ribu Buruh Tuntut Satgas PHK

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id –Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) mengumumkan rencana aksi unjuk rasa besar-besaran yang akan digelar serempak di 38 provinsi pada 15–25 Agustus 2025. Aksi ini merupakan respons atas dampak negatif dari kesepakatan tarif resiprokal antara Indonesia dan Amerika Serikat, yang dinilai berpotensi menimbulkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal.

Presiden KSPI Said Iqbal menegaskan bahwa sekitar 75 ribu buruh akan turun ke jalan menyuarakan enam tuntutan utama. Dua di antaranya adalah penolakan terhadap transfer data pribadi masyarakat Indonesia ke Amerika Serikat, serta desakan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) PHK guna mengantisipasi lonjakan PHK akibat kebijakan tarif Presiden AS Donald Trump.

- Advertisement -

“75 ribu buruh akan aksi di 38 provinsi. Tuntutan utama kami adalah tolak transfer data pribadi ke AS dan segera bentuk Satgas PHK untuk hadapi gelombang PHK akibat tarif Trump,” ujar Said Iqbal dalam keterangan pers di Jakarta, Senin (28/7/2025).

Adapun titik utama aksi akan dipusatkan di kawasan Istana Negara dan DPR RI, sembari diikuti aksi serentak oleh para buruh dari seluruh daerah.

Selain dua tuntutan tersebut, KSPI juga menyuarakan empat tuntutan lain, yakni:
1. Menghapus sistem outsourcing,
2. Mengesahkan RUU Ketenagakerjaan sesuai Putusan MK No. 168/2024,
3. Mengesahkan RUU Pemilu terkait pemisahan pemilu nasional dan daerah sesuai Putusan MK No. 135/2025, serta
4. Mendorong sistem perpajakan yang adil bagi buruh, dengan menaikkan Penghasilan Tidak Kena Pajak (PTKP) menjadi Rp7,5 juta per bulan.
Said Iqbal menegaskan bahwa keenam tuntutan ini merupakan bentuk keprihatinan buruh atas dampak langsung dari kebijakan ekonomi luar negeri dan stagnasi legislasi ketenagakerjaan di dalam negeri.

- Advertisement -

“Sudah setahun lebih putusan MK Nomor 168/2024 keluar, tapi RUU Perburuhan tak kunjung disahkan DPR dan Pemerintah. Daya beli buruh terus menurun, sementara ancaman PHK di depan mata akibat kebijakan tarif Donald Trump,” tandasnya.

KSPI menyatakan aksi ini akan dilakukan secara damai namun tegas, dan mendesak pemerintah serta DPR untuk segera merespons tuntutan tersebut demi melindungi hak-hak pekerja di tengah dinamika ekonomi global.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Dibuka Rp17.874, Investor Cermati BI

JCCNetwork.id- Nilai tukar rupiah kembali berada di bawah tekanan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada awal perdagangan Selasa (22/9/2026). Pelemahan mata uang Garuda terjadi...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Berantas Balpres, Bea Cukai Ungkap Aksi Kucing-Kucingan Terus TerjadiKarna Permintaan Masih Tinggi
11:30
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pengamat Nyinyir soal Beras Impor Ilegal: Ini Musuh Negara
07:55
Video thumbnail
Suahasil Laporkan Utang BLBI Tuntas kepada Prabowo
09:08
Video thumbnail
Eks Pimpinan KPK Sentil Penegak Hukum, Jangan Sembarangan Rampas Aset karena Malas Lacak Bukti
08:32
Video thumbnail
Sivitas UIN Sunan Ampel Ungkap Masalah Tata Kelola Fakultas di DPR
09:11
Video thumbnail
Mentan Amran Bereaksi Keras, Sebut 115 Juta Petani Dirugikan Karna Beras Impor Ilegal!
08:06
Video thumbnail
Detik Detik Hakim MK Tegur Denny Indrayana Saat Sidang Gugatan Ijazah Gibran
08:40
Video thumbnail
Waspada Celah RUU Perampasan Aset, Advokat Ingatkan Potensi Jadi Alat Pemerasan
09:01
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER