Polri Bongkar Sindikat Judol Rp20 Miliar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Bareskrim Polri berhasil membongkar jaringan judi online (judol) internasional yang beroperasi di empat kota besar, yaitu Bogor, Bekasi, Tangerang, dan Denpasar. Dalam operasi penggerebekan yang dilakukan oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) tersebut, sebanyak 22 orang ditetapkan sebagai tersangka. Mereka merupakan bagian dari sindikat yang terafiliasi dengan server judi online asal Kamboja dan Tiongkok.

Pengungkapan kasus ini menjadi salah satu temuan terbesar dalam operasi pemberantasan judi daring tahun ini. Para tersangka diketahui menjalankan situs judi beralamat di domain Akasia899 dan Tanjung899, yang dipantau aktif menjaring pengguna dari Indonesia.

- Advertisement -

“Keuntungan yang didapat pengelola server dan marketing judi online di masing-masing lokasi penangkapan sekitar Rp 15–20 miliar dalam jangka waktu kurang lebih 10 bulan,” kata Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Djuhandhani Rahardjo Puro dalam keterangannya di Jakarta, dikutip Senin (21/7).

Dari hasil penyelidikan, diketahui bahwa dari 22 tersangka yang diamankan, empat di antaranya berperan sebagai pengelola utama. Mereka adalah tersangka NKP yang bertanggung jawab atas administrasi keuangan, serta RA, DN, dan AN yang diduga sebagai pengendali server dan pelaku pemasaran situs-situs judi online tersebut.

“Situs judi online yang dikendalikan tersangka memiliki server yang berada di China dan Kamboja di mana domain yang digunakan para tersangka di Indonesia adalah Akasia899 dan Tanjung899,” tuturnya.

- Advertisement -

Sementara itu, 18 tersangka lainnya berperan sebagai operator teknis, yang aktif dalam mendistribusikan pesan promosi dan memfasilitasi kegiatan operasional situs. Mereka menggunakan modus penyalahgunaan kartu SIM prabayar yang telah teregistrasi untuk membuat akun WhatsApp palsu. Akun tersebut kemudian digunakan secara massal untuk mengirim ribuan pesan siaran berisi tautan ke situs judi, lengkap dengan iming-iming bonus, kemudahan deposit, serta janji kemenangan.

“Setiap harinya, operator bisa membuat hingga 500 akun WhatsApp dan menyebarkan ribuan pesan siaran berisi ajakan bergabung, kemudahan deposit, dan janji kemenangan,” tandas jenderal polisi bintang satu itu.

Polisi juga menyebut bahwa selain keuntungan fantastis, operasi sindikat ini sangat sistematis, menyerupai struktur perusahaan digital, dengan manajemen khusus di bidang keuangan, pemasaran, dan teknis operasional.

Saat ini, Bareskrim Polri terus melakukan pendalaman terhadap kemungkinan keterlibatan pelaku lain, termasuk dugaan adanya pendanaan lintas negara. Penyelidikan juga dilakukan terhadap pihak yang memberikan dukungan infrastruktur teknologi bagi jaringan ini.

Dalam proses penggeledahan, polisi turut mengamankan sejumlah barang bukti seperti perangkat komputer, ponsel, ratusan kartu SIM, dan dokumen keuangan terkait operasional situs-situs tersebut.

Brigjen Djuhandhani menegaskan, Polri berkomitmen memberantas praktik judi online yang telah meresahkan masyarakat dan merugikan negara secara ekonomi maupun sosial. Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak terjebak dalam rayuan situs-situs perjudian daring.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

El Nino 2026 Ancam Krisis Multisektor

JCCNetwork.id- Ancaman fenomena iklim ekstrem yang dijuluki El Nino Godzilla 2026 mulai memicu kekhawatiran serius terhadap stabilitas sosial dan ekonomi di Indonesia. Dampaknya diperkirakan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER