Polemik Beras Oplosan, Pemerintah Beda Sikap Konsumen Jadi Korban

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kementerian Perdagangan (Kemendag) secara resmi menginstruksikan penarikan beras oplosan atau yang tidak memenuhi standar mutu dari peredaran. Langkah ini diambil menyusul hasil pengawasan bersama Satgas Pangan dan Kementerian Pertanian yang menemukan praktik peredaran beras tidak standar di pasaran, termasuk di ritel modern.

- Advertisement -

Namun, respons berbeda datang dari Kepala Bapanas Arief Prasetyo Adi yang menyatakan beras oplosan tak perlu ditarik. Cukup dijual dengan harga sesuai kualitas aktual, terutama berdasarkan kadar butir patah.

Menurut Arief, beras premium dengan kadar patah melebihi batas maksimal 15% seharusnya dijual dengan harga lebih rendah sesuai kualitas sebenarnya.

Terpisah, Wakil Ketua Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) Angelius Wake Kako mengatakan bahwa persoalan beras oplosan itu merupakan sebuah fakta yang terjadi di lapangan dan sangat merugikan masyarakat.

- Advertisement -

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Inter Milan Menggila! Monza Dihajar 4-1

JCCNetwork.id — Inter Milan mengawali pertandingan dengan performa impresif setelah menghancurkan Monza dengan skor telak 4-1. Nerazzurri tampil agresif sejak menit awal dan sukses mengendalikan...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Prabowo Luncurkan PLTS 100 GWp

Gempa M 4,1 Guncang Jawa Barat

47 Ormas Siap Jaga Tanah Abang

DPR Siap Tampung Aspirasi Demonstran

Danantara DSI Umumkan Jajaran Pimpinan