JCCNetwork.id- Tragedi kebakaran melanda kawasan padat penduduk di Bukit Duri, Tebet, Jakarta Selatan, pada Sabtu (19/7) pagi, menyebabkan empat anak tewas dan dua orang dewasa terluka. Kebakaran yang diduga dipicu korsleting listrik ini menghanguskan permukiman seluas 200 meter persegi dan berdampak pada 10 kepala keluarga atau 27 jiwa.
Kepala Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat) Jakarta Selatan, Syamsul Huda, mengonfirmasi bahwa keempat korban jiwa seluruhnya merupakan anak-anak. Mereka adalah PL (13), K (3), A (7), dan A (4), yang ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa setelah sempat terjebak di dalam rumah saat kobaran api membesar.
“Mereka adalah bagian dari 27 jiwa terdampak,” Kepala Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan Syamsul Huda di Jakarta, Sabtu.
Selain korban jiwa, dua perempuan dewasa dengan inisial A dan M turut mengalami luka-luka dan langsung dilarikan bersama para korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk mendapatkan perawatan medis.
“Korban jiwa informasi dibawa ke RS Polri,” ucapnya.
Syamsul menambahkan bahwa laporan awal kebakaran diterima pada pukul 06.21 WIB. Tim pemadam langsung dikerahkan ke lokasi dengan mengerahkan 20 unit mobil pemadam dan 76 personel gabungan dari Sudin Gulkarmat Jakarta Selatan.
Kebakaran itu tidak hanya menimbulkan korban jiwa, tetapi juga kerugian materi yang ditaksir mencapai Rp674 juta. Dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik dari salah satu rumah warga. Petugas masih terus melakukan pendalaman di lapangan untuk memastikan titik awal api serta kemungkinan kelalaian lainnya.
Tragedi ini kembali menjadi pengingat serius terhadap tingginya risiko kebakaran di kawasan padat penduduk Jakarta. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bersama instansi terkait didesak segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem kelistrikan dan keselamatan bangunan di wilayah rawan.
Lokasi kebakaran telah dipasangi garis polisi dan sejumlah warga terdampak sementara mengungsi di tempat penampungan darurat.



