Kasus Juliana Marins: Pengadilan Brasil Larang Kremasi, Keluarga Pilih Pemakaman untuk Antisipasi Penyelidikan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Keputusan keluarga Juliana Marins untuk menguburkan jenazah putrinya alih-alih melakukan kremasi menjadi sorotan hangat di Brasil. Pilihan itu ditempuh demi membuka ruang bagi kemungkinan autopsi lanjutan bila nanti diperlukan.

Juliana Marins, perempuan muda asal Niterói, Brasil, tewas usai terjatuh ke kawah Gunung Rinjani, Lombok, Indonesia pada Sabtu, 21 Juni 2025. Kala itu, ia tengah melakukan pendakian bersama rombongan wisatawan yang difasilitasi agen tur lokal. Empat hari kemudian, jasad Juliana berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tak bernyawa.

- Advertisement -

Sang ayah, Manoel Marins, mengungkap awalnya keluarga sempat mengajukan permohonan ke pengadilan agar jenazah Juliana dikremasi. Itu lantaran jasad Juliana telah melalui autopsi kedua setibanya di Brasil, setelah sebelumnya autopsi pertama dilakukan di Indonesia.

Namun permintaan tersebut ditolak. Pengadilan menilai proses penyelidikan belum rampung karena hasil resmi autopsi kedua belum diumumkan dan penyebab pasti kematian Juliana belum dapat dipastikan.

Belakangan, pengadilan sempat mengeluarkan izin untuk proses kremasi. Akan tetapi, keluarga Juliana akhirnya mengurungkan niat tersebut dan memilih pemakaman biasa.
“Kami sudah memutuskan Juliana akan dimakamkan. Jika nanti diperlukan autopsi tambahan, tentu jenazahnya harus bisa digali kembali. Itu tidak mungkin dilakukan jika sudah dikremasi,” jelas Manoel seperti dikutip Redeonda Digital, Sabtu (5/7/2025).

- Advertisement -

Prosesi pemakaman digelar pada Jumat (4/7/2025) pagi waktu setempat di Pemakaman Parque da Colina, Pendotiba, wilayah metropolitan Rio de Janeiro. Awalnya, upacara terbuka untuk umum meski pengambilan gambar di dekat peti jenazah dilarang. Setelah pukul 12.30 hingga 15.00, acara berlanjut secara tertutup hanya untuk keluarga inti serta kerabat terdekat.

Sementara itu, hasil autopsi kedua yang dilakukan di Brasil belum diumumkan ke publik. Autopsi pertama di Indonesia menyebutkan Juliana tewas akibat luka parah yang ditimbulkan oleh jatuh dari ketinggian.

Kasus meninggalnya Juliana Marins telah memicu kemarahan publik Brasil. Banyak pihak menyoroti lemahnya pengawasan keselamatan wisatawan asing oleh penyelenggara tur dan otoritas terkait di Indonesia.

Dengan jenazah kini telah dimakamkan, keluarga berharap jalannya investigasi tidak terhenti. Mereka ingin kematian Juliana bisa diusut tuntas, termasuk apabila nanti diperlukan pembongkaran makam untuk keperluan autopsi tambahan.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

3 Orang Meninggal Dalam Tragedi Tumpukan Sampah Ambruk di Bantargebang

JCCNetwork.id- Gunungan sampah di Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang, Kota Bekasi, Jawa Barat, longsor pada Minggu (8/3/2026) sore. Peristiwa tersebut menyebabkan tiga orang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER