Haidar Alwi: Sistem Lama Masih Menjerat, Prabowo Harus Jadi Pemutus Rantai Penjajahan Baru

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.id- Saya Haidar Alwi. Saya lahir dan besar di Solo, Jawa Tengah, pada tanggal 6 Agustus 1963.

Sejak kecil, saya melihat wajah negeri ini di televisi: gunung, laut, hutan, tambang, sawah, dan senyuman anak-anak. Tapi semakin saya tumbuh, semakin saya sadar, senyum itu perlahan hilang.

- Advertisement -

Kenapa negeri yang begitu kaya, justru membuat rakyatnya hidup miskin?

Berikut datanya. Bukan opini, tapi fakta resmi.

Indonesia adalah penghasil nikel nomor satu di dunia. Mobil listrik, baterai lithium, dan teknologi masa depan, semua butuh nikel. Nikel itu berasal dari Sulawesi dan Halmahera. Tapi lihatlah, rakyat di sana masih mengantri air bersih dan hidup dari hasil kebun.

- Advertisement -

Indonesia adalah produsen batu bara terbesar ketiga di dunia. Setiap hari batu bara kita diekspor ke negara-negara maju. Tapi jutaan rumah tangga di Indonesia masih gelap gulita karena tak sanggup bayar listrik.

Indonesia adalah salah satu penghasil emas terbesar dunia. Tambang di Papua menghasilkan ratusan ton emas tiap tahun. Tapi rakyat Papua hidup dalam ketertinggalan, akses pendidikan dan kesehatan yang minim.

Indonesia punya cadangan timah, bauksit, tembaga, gas alam, minyak bumi. Tapi BBM di negeri sendiri mahal. Harga pangan melonjak. Petani merugi. Nelayan tercekik biaya solar.

Dan kalian masih bertanya: Mengapa Indonesia belum maju?

Bukan. Pertanyaan yang benar adalah:

Bagaimana mungkin Indonesia tetap miskin padahal kekayaan alamnya melimpah?

Saya akan jawab:

Penjajahan belum benar-benar berakhir, ia hanya berganti rupa. Dulu penjajah datang dengan senjata. Sekarang mereka datang dengan perjanjian investasi. Dulu kita ditindas dengan paksa. Sekarang kita ditindas lewat hutang, konsesi, dan eksploitasi legal.

Ada sistem besar yang bekerja diam-diam di belakang layar. Setiap hari kekayaan bumi kita mengalir keluar. Tapi bagaimana caranya?

Inilah sistemnya:

Langkah 1: Ciptakan ketergantungan.
Berikan hutang. Janjikan pembangunan. Sisipkan syarat tersembunyi. Jebak lewat utang berbunga.

Langkah 2: Beli pengaruh.
Rayu elite politik.
Biayai kampanye. Masukkan anak-anak mereka ke perusahaan global.
Mereka akan membuat regulasi yang berpihak pada korporasi, bukan rakyat.

Langkah 3: Kuasai rantai distribusi.
Bangun pelabuhan, jalan, dan smelter, tapi hanya untuk ekspor. Tak ada jalan untuk petani. Tak ada pabrik rakyat. Tak ada industri nasional.

Langkah 4: Bungkam suara rakyat.
Cap aktivis sebagai pengganggu investasi.
Beli media. Sensor kritik. Gunakan hukum untuk melindungi korporasi, bukan kebenaran.

Langkah 5: Pecah belah kesadaran.
Benturkan rakyat dengan isu agama, suku, identitas.
Buat mereka lupa bahwa musuh utamanya adalah sistem yang menjajah ekonomi mereka sendiri.

Sistem ini telah bekerja puluhan tahun.

Hasilnya:
Negara kaya, rakyat miskin. Sumber daya melimpah, tapi subsidi dicabut. Tanah subur, tapi petani ditindas tengkulak dan regulasi.

Dan siapa sponsor utama media, iklan, dan kampanye besar-besaran di negeri ini?
Perusahaan tambang, energi, sawit, migas. Mereka pegang kekuasaan. Mereka kuasai narasi.

Kita hidup dari uang mereka. Kita diam karena takut kehilangan pekerjaan.

Tapi saya katakan: Cukup sudah.

Kini saatnya bicara. Jika saya harus dibungkam karena berkata benar, biarlah sejarah yang mencatat.

Lihatlah… tambang-tambang terus dibuka. Hutan-hutan ditebang. Laut-laut dijual. Demi siapa? Untuk siapa?

Sekarang datang pemain baru, investor asing dari segala penjuru: China, Uni Emirat Arab, Amerika, Jepang.

Mereka bicara tentang kerja sama strategis. Tapi di balik itu, ada konsesi 99 tahun, ada kepemilikan saham mayoritas, ada kontrol atas tanah, air, dan udara kita.

Pemain baru. Pemain baru. Pemain baru. Sistemnya tetap sama.

Saya Haidar Alwi berharap, di bawah kepemimpinan Prabowo Subianto, yang telah memperoleh legitimasi rakyat dalam Pemilu 2024–2029, Indonesia benar-benar memasuki babak baru sejarahnya, bangkit menjadi bangsa yang mandiri, kuat, dan bermartabat.

Semoga pemerintahan Prabowo mampu mengubah sistem-sistem lama yang telah menjerat bangsa ini dalam ketergantungan dan penindasan berkedok kerja sama. Sudah saatnya kita melepaskan diri dari penjajahan gaya baru, dari kontrak-kontrak yang mengikat, dari investasi yang menyamar sebagai kolonialisme.

Rakyat Indonesia membutuhkan pemimpin yang adil dan tegas, dan Prabowo telah dikenal dunia dengan wibawanya. Sosok yang disegani, bukan karena tunduk, tapi karena berdiri tegak membela bangsanya.

Kita harus optimis. Indonesia bisa lepas dari cengkeraman eksploitasi, bisa bangkit menjadi negeri yang berdaulat atas kekayaan alamnya sendiri.

Menuju Indonesia Emas bukan sekadar mimpi, tapi tugas bersama. Dan tugas itu dimulai dari keberanian untuk mengubah sistem.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jari 98: Jangan-Jangan Fokus Publik Sedang Dialihkan ke Ganti Menkeu & OTT KPK dari Kasus Febri Adriansyah?

Jakarta- Di tengah riuhnya sejumlah isu besar yang menghiasi pemberitaan nasional, Ketua Presidium Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia 98 atau JARI 98, Willy Prakarsa, justru...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
JARI’98 Desak Polri Tangkap Pelaku Pembubaran Ibadah #shorts #trending
01:01
Video thumbnail
Detik-Detik Denny Indrayana Cs Persoalkan Syarat Pendidikan Gibran di MK
13:55
Video thumbnail
Aturan Dapur MBG Diubah, Kepala SPPG Tak Boleh Lagi Absen Saat Masak
09:25
Video thumbnail
Buka bukaan di DPR! Kejawen Maneges Minta Kepercayaan Tak Dianaktirikan
09:15
Video thumbnail
Hakim MK Sentil Mantan Pejabat Kemenhub soal Pesawat Delay Bisa Telepon Itukan Bapak
08:55
Video thumbnail
Hakim MK Kekhawatiran soal Diskresi Penyidik ​​di KUHAP Baru dan RUU Perampasan Aset Disinggung
10:37
Video thumbnail
Kocak, Maba UMRI Tolak Promosi Anak Mentan Amran, Malah Dipuji Lolos Uji
09:04
Video thumbnail
Gubenur Sherly Lihat Lahan Habis Dibakar, Bukan Marah Malah Gali Alasan Petani
08:39
Video thumbnail
DPR Wanti-Wanti Hukum untuk Koruptor Harus Ditutup
08:02
Video thumbnail
DPR Tanya Solusi Pakar Soal Bagaimana Jika Barang Rampasan dari Hasil Korupsi Jika Dipakai Aparat?
10:14
Video thumbnail
Habis Bubarin Jemaat Beribadah, Lalu Minta Maaf #shorts #trending
02:45
Video thumbnail
Prabowo Sebut Sawit “Tanaman Ajaib”, Bisa Hasilkan 57 Produk
08:18
Video thumbnail
Di Depan DPR, Eks Pimpinan KPK Beberkan Fenomena Tujuan Para Koruptor
09:50
Video thumbnail
14 Pejabat Kemenkeu Resmi Dilantik Suahasil, Mayoritas Masuk Jajaran Ditjen Pajak
23:55
Video thumbnail
Di Depan Prabowo Kiai Hasan Gontor Tegaskan Tetap Lebih Memilih Pendidikan #shorts
01:09
Video thumbnail
Prabowo Ungkap Buzzer Bayaran Antek Asing, Sosmed Dibikin Ribut, Rakyat Jangan Gampang Percaya
08:20
Video thumbnail
Bikin Suasana Pecah, Zulhas Candai Cak Imin di Depan Prabowo soal Pilpres
09:27
Video thumbnail
Di Hadapan Presiden Prabowo, KH Hasan Abdullah Sahal Memilih Bicara Apa Adanya
08:14
Video thumbnail
Cerita Mentan Amran Naik Copot Manager Disaat Maba Curhat Sulit Dapat Pupuk
08:08
Video thumbnail
Jawaban Maba Bikin Mentan Amran Kaget, Mau Sukses Ogah Berproses
08:08

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER

Karhutla Gunung Butak Meluas ke Blitar

Banjir Bandang Terjang Solok

LRT Fase 1B Resmi Beroperasi