Distribusi MBG Disesuaikan Sekolah

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Pemerintah memastikan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tetap dilaksanakan selama masa liburan sekolah. Namun, pelaksanaannya disesuaikan dengan kesiapan dan kesediaan masing-masing sekolah dan pihak terkait, terutama di wilayah yang menjadi cakupan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Di Jakarta Timur, Kepala SPPG Ciracas, Agung Riyano, mengonfirmasi bahwa distribusi makanan bergizi tetap dilakukan, meskipun dalam skema berbeda dari hari sekolah aktif. Menurut Agung, dari 10 sekolah yang berada di bawah kewenangan SPPG Ciracas, tujuh sekolah menyatakan kesediaannya untuk tetap menerima distribusi MBG saat liburan, sedangkan tiga lainnya memilih menunda sementara.

- Advertisement -

“Adapun beberapa sekolah sudah memberikan surat untuk tidak dikirim MBG saat libur,” kata dia saat dikonfirmasi Republika, Jumat (27/6/2025).

Ia menambahkan, format makanan yang diberikan selama masa liburan juga telah disesuaikan agar mudah dibawa pulang dan dikonsumsi di rumah. Distribusi dilakukan dua kali seminggu, yakni setiap Senin dan Kamis.

“Pendistribusian (setiap) Senin dan Kamis. Menunya seperti menu bulan puasa, ada susu, roti, biskuit, sereal, dan buah,” kata dia.

- Advertisement -

Sebelumnya, Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, telah menginstruksikan seluruh kepala SPPG di berbagai wilayah untuk mendata sekolah-sekolah yang bersedia tetap menerima MBG selama masa liburan. Pendataan ini penting untuk menyesuaikan pola distribusi dengan tingkat kehadiran siswa di sekolah.

“Untuk anak sekolah, kepala SPPG diminta cek apakah anak sekolah bersedia datang ke sekolah atau tidak. Jika bersedia, berapa kali dalam seminggu,” kata dia saat dikonfirmasi Republika, Selasa (24/6/2025).

Dadan menjelaskan bahwa siswa yang hadir akan diberikan makanan segar dan bekal untuk dua hari. Menu MBG disusun agar bergizi dan tahan simpan, seperti telur, susu, kacang-kacangan, buah, serta roti atau kue kering dengan fortifikasi.

Namun, ia menegaskan bahwa jika sekolah atau siswa tidak bersedia hadir selama liburan, maka distribusi MBG untuk kelompok tersebut tidak akan dilakukan.

“Jika anak sekolah tidak bersedia, maka MBG tidak dilaksanakan selama libur,” ujar Dadan.

Sementara itu, program MBG untuk kelompok non-pelajar seperti ibu hamil, ibu menyusui, dan balita tetap berjalan normal. Kelompok ini tetap menjadi prioritas karena tidak terdampak oleh jadwal libur sekolah.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan inisiatif strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan. Melalui skema fleksibel selama masa libur, pemerintah berharap manfaat program ini tetap dapat dirasakan secara optimal.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dedi Mulyadi Salurkan Bantuan Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi

JCCNetwork.id- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyalurkan bantuan tunai kepada para korban kecelakaan kereta api yang masih menjalani perawatan di sejumlah rumah sakit di...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER