Dukung Penuh Prabowo, Jokowi Tegaskan Tak Ada Matahari Kembar

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), membantah tegas isu “matahari kembar” yang belakangan kembali mencuat di tengah publik.

Isu tersebut mengacu pada dugaan adanya dua pusat kekuasaan di pemerintahan, terutama setelah terpilihnya Prabowo Subianto sebagai Presiden RI periode 2024–2029, sementara Jokowi masih menjadi figur sentral dalam sejumlah kegiatan politik.

- Advertisement -

“Mengenai matahari kembar, gak ada yang namanya matahari kembar,” kata Jokowi, Senin (21/5/2025).

Ia menegaskan bahwa hanya ada satu pemimpin pemerintahan yang sah di Indonesia saat ini, yakni Presiden Prabowo Subianto.

“Matahari cuma satu yakni Presiden Prabowo Subianto. Dah jelas,” ungkapnya.

- Advertisement -

Pernyataan ini disampaikan Jokowi untuk meredam spekulasi dan narasi liar yang menyebut dirinya masih memiliki pengaruh besar dalam dinamika politik nasional, terlebih setelah sejumlah menteri aktif dan tokoh-tokoh politik terlihat mengunjungi kediaman pribadinya saat momen Lebaran.

Menanggapi kunjungan tersebut, Jokowi menilai hal itu merupakan bentuk silaturahmi yang wajar dalam suasana Idulfitri. Ia membantah anggapan bahwa kunjungan para pejabat tersebut menunjukkan adanya loyalitas politik ganda.

Saat disinggung mengenai sapaan ‘bos’ dari sejumlah menteri yang datang, Jokowi menjelaskan bahwa hal itu hanya refleksi dari masa lalu saat dirinya masih menjabat.

Selain menerima kunjungan langsung, Jokowi juga mengungkapkan bahwa dirinya telah melakukan komunikasi secara virtual dengan Presiden Prabowo Subianto.

“Sudah, lebaran hari pertama video call (dengan Presiden Prabowo) gak lama dengan beliau. Pak Ma’ruf juga (Ma’ruf Amin),” terangnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa Pangkas Anggaran Bermasalah

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan langkah pengetatan dan efisiensi anggaran di berbagai kementerian dan lembaga sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER