Pasar Modal Tak Perlu Ditakuti, Prabowo: Indonesia Punya Kekuatan Ekonomi yang Stabil

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Menteri Pertahanan sekaligus presiden terpilih 2024, Prabowo Subianto, menyampaikan keyakinannya bahwa fundamental pasar modal Indonesia berada dalam kondisi yang kuat dan stabil. Di tengah gejolak ekonomi global dan ancaman resesi dunia, Prabowo optimis bahwa Indonesia memiliki pondasi ekonomi yang kokoh untuk menghadapi tantangan yang ada.

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam wawancara eksklusif bersama enam pemimpin redaksi media nasional yang digelar di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat.

- Advertisement -

“Kalau saya lihat, fundamental kita kuat. Apa yang terjadi di pasar saham, kita punya kekuatan dan kita akan investasi. Saya tidak terlalu takut dengan pasar modal karena Indonesia punya kekuatan. Utang kita dibandingkan dengan banyak negara, utang kita salah satu yang secara perbandingan terkecil di dunia. Inflasi kita terendah di dunia,” kata Prabowo.

Menurutnya, indikator ekonomi makro Indonesia menunjukkan kondisi yang relatif sehat bila dibandingkan dengan negara-negara lain di dunia. Salah satu indikator yang disorot Prabowo adalah rasio utang negara yang menurutnya tergolong rendah secara global.

“Saya sangat prihatin, tapi ini fakta yang dihadapi semua dunia. Saya percaya basic kita kuat, whatever happened, saya kira kita akan survive. Kita survive krisis berkali-kali, 1998, 2008, termasuk Covid, tapi kuncinya kalau ada kerukunan,” tegas Prabowo.

- Advertisement -

Prabowo pun mengakui bahwa dinamika pasar modal tidak bisa dilepaskan dari mekanisme pasar dan siklus ekonomi global. Namun, ia menekankan bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang telah teruji dalam menghadapi krisis.

Lebih lanjut, Prabowo turut merespons kebijakan tarif impor perdagangan yang pernah diberlakukan oleh mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, yang sempat mengguncang sistem perdagangan global. Ia menyatakan keprihatinannya atas kondisi tersebut, namun menegaskan bahwa Indonesia tidak perlu gentar menghadapi dampak kebijakan global.

Prabowo juga menyadari bahwa sejumlah sektor industri dalam negeri kemungkinan akan terdampak berat oleh tekanan ekonomi global, terutama industri-industri padat karya seperti tekstil, sepatu, garmen, dan furnitur. Sektor-sektor tersebut dianggap rentan terhadap fluktuasi perdagangan internasional dan perubahan kebijakan dagang negara-negara besar.

Meski demikian, Prabowo menegaskan komitmennya untuk tidak tinggal diam. Ia berjanji akan melakukan langkah-langkah mitigasi dan menjalin komunikasi intensif dengan pelaku industri nasional untuk mencari solusi terbaik.

“Saya harus kumpul dengan tokoh-tokoh industri, kita bicara, kita cari jalan keluar, kita mitigasi kesulitan yang akan ditimbulkan,” pungkasnya.

Pernyataan Prabowo ini menjadi sinyal awal bahwa pemerintahan barunya akan bersikap proaktif dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional dan membangun komunikasi erat dengan pelaku usaha, di tengah situasi ekonomi global yang tidak menentu.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Hanura Bantah Keras Terlibat Dapur MBG, Sebut Tuduhan Yayasan Partai Kelola MBG adalah Hoaks

JCCNetwork.id- Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura mengklarifikasi tuduhan dan narasi hoaks tentang pengelolaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Mereka membantah memiliki yayasan yang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER