JCCNetwork.id- Ukraina kini tidak lagi dapat mengakses citra satelit dari perusahaan teknologi antariksa Amerika Serikat, Maxar, setelah perusahaan tersebut memblokir layanannya bagi Kiev. Langkah ini terjadi di tengah kebijakan terbaru Washington yang membekukan bantuan militer dan menghentikan pembagian intelijen dengan Ukraina.
Menurut laporan media Ukraina Militarnyi, beberapa pengguna Maxar yang tidak disebutkan namanya mengonfirmasi bahwa mereka telah kehilangan akses ke layanan tersebut. Maxar menyatakan bahwa pembatasan ini diberlakukan sebagai respons terhadap permintaan administratif tertentu. Pembatasan ini diduga berlaku bagi pengguna dari kalangan pemerintah maupun swasta di Ukraina.
Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa keputusan ini kemungkinan besar merupakan dampak dari perintah Presiden AS Donald Trump yang menghentikan seluruh kerja sama intelijen dengan Ukraina. Maxar sendiri dikenal sebagai salah satu penyedia utama citra satelit beresolusi tinggi yang digunakan oleh angkatan bersenjata Ukraina untuk memantau pergerakan pasukan Rusia, menilai kondisi medan perang, serta menilai kerusakan infrastruktur strategis.
Keputusan ini muncul di tengah penghentian bantuan militer AS senilai miliaran dolar ke Ukraina, serta penangguhan pembagian informasi intelijen oleh CIA kepada Kiev. Pembekuan dukungan militer ini terjadi setelah pertemuan antara Presiden Trump, Wakil Presiden AS J.D. Vance, dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky di Gedung Putih pekan lalu. Dalam pertemuan tersebut, Trump menuduh Zelensky tidak bersyukur atas bantuan yang telah diberikan dan menekankan bahwa Ukraina seharusnya berupaya mencari penyelesaian damai dengan Rusia.
Selama pidatonya di Kongres AS pada hari Rabu, Trump menyebutkan bahwa dirinya telah menerima surat dari Zelensky yang menunjukkan kesediaan Ukraina untuk bernegosiasi guna mencapai kesepakatan damai dalam waktu dekat. Sementara itu, Rusia menyambut baik langkah Washington dalam menangguhkan bantuan militer untuk Ukraina, dengan menyatakan bahwa hal ini dapat mendorong Kiev untuk mencari solusi diplomatik atas konflik yang berkepanjangan.
Meskipun demikian, Kremlin masih menunggu kepastian lebih lanjut mengenai perubahan sikap Zelensky terhadap negosiasi dengan Moskow. Hingga saat ini, Ukraina belum mencabut larangan hukum yang melarang adanya perundingan langsung dengan Rusia, sehingga prospek perundingan damai masih belum dapat dipastikan.
























