Elektabilitas Gibran Tembus 8,4 Persen

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka mencatat elektabilitas 6,9 persen hingga 8,4 persen dalam dua survei politik yang dirilis pada Oktober 2026.

 

- Advertisement -

Hasil tersebut menempatkan Gibran di posisi keempat dalam simulasi calon presiden (capres) pada masing-masing survei.

 

Survei Parameter Politik Indonesia (PPI) yang dirilis pada Ahad (18/10/2026) mencatat elektabilitas Gibran sebesar 6,9 persen melalui simulasi pertanyaan terbuka atau top of mind.

- Advertisement -

 

Sementara itu, survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang diumumkan pada Sabtu (17/10/2026) menunjukkan elektabilitas Gibran mencapai 8,4 persen.

 

Angka tersebut diperoleh melalui simulasi semi-terbuka dengan 24 nama calon presiden.

 

Survei SMRC dilaksanakan pada 1–10 Oktober 2026 dengan melibatkan 1.213 responden.

 

Dalam hasil tersebut, Gibran berada di bawah Dedi Mulyadi, Anies Baswedan, dan Prabowo Subianto.

 

Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno, menilai tingginya popularitas menjadi salah satu faktor yang membuat nama Gibran tetap muncul dalam jajaran teratas survei capres.

 

Menurut Adi, tingkat pengenalan masyarakat terhadap Gibran telah mencapai lebih dari 90 persen.

 

Angka tersebut, kata dia, lebih tinggi dibandingkan sejumlah tokoh lain yang tingkat popularitasnya masih berada di kisaran 70–80 persen.

 

“Kita tahu popularitas Mas Wapres ini kan juga cukup signifikan, kan, di atas 90 persen. Dibandingkan dengan yang lain masih 80–70 persen, itu kan nggak merata sebaran pengetahuan publiknya,” ujar Adi, Rabu (21/10/2026).

 

Ia menjelaskan, tingkat popularitas dapat memengaruhi hasil survei, terutama dalam simulasi terbuka ketika responden diminta menyebutkan nama tokoh yang mereka ingat sebagai calon presiden.

 

Tokoh yang lebih dikenal publik memiliki peluang lebih besar untuk disebut secara spontan.

 

Meski demikian, Adi menegaskan bahwa popularitas tidak serta-merta berbanding lurus dengan elektabilitas.

 

“Ya, kalau serangan memang kelihatan fokus ke Gibran itu bukan perkara aneh, ya. Karena memang sejak pencalonan di 2024, serangan itu kan bertubi-tubi,” ungkapnya.

 

Menurutnya, hasil survei Gibran menunjukkan bahwa tingginya tingkat pengenalan publik belum sepenuhnya diikuti oleh dukungan untuk memilihnya sebagai presiden.

 

“Jadi wajar kalau kemudian Wapres itu masuk lima besar. Cuma kalau dilihat dari popularitasnya yang tinggi, lima besar, ya artinya apa? Bahwa yang tahu terhadap Wapres itu ya ternyata tidak dominan yang milih, kira-kira begitu,” jelas Adi.

 

Adi juga menyoroti kritik dan serangan politik yang diarahkan kepada Gibran sejak pencalonannya dalam Pemilihan Presiden 2024.

 

Ia menilai perhatian terhadap Gibran dalam dinamika politik nasional bukan fenomena baru.

 

“Ya, kalau serangan memang kelihatan fokus ke Gibran itu bukan perkara aneh, ya. Karena memang sejak pencalonan di 2024, serangan itu kan bertubi-tubi,” ungkapnya.

 

Selain popularitas dan dinamika politik, Adi menyebut berbagai isu yang berkembang di ruang publik, termasuk kontroversi putusan Mahkamah Konstitusi (MK), sebagai faktor yang dapat memengaruhi preferensi masyarakat terhadap Gibran.

 

Hasil kedua survei tersebut memperlihatkan bahwa Gibran masih memperoleh dukungan dalam simulasi capres.

 

Namun, perbedaan metode survei perlu diperhatikan dalam membaca angka elektabilitas, sehingga hasil 6,9 persen dari PPI dan 8,4 persen dari SMRC tidak dapat dibandingkan secara langsung tanpa mempertimbangkan desain masing-masing survei.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Harga Minyak Dunia Melemah di Tengah Konflik Timur Tengah

JCCNetwork.id- Harga minyak mentah dunia bergerak melemah tipis pada perdagangan Jumat, 16 Oktober 2026, setelah muncul laporan mengenai rencana Amerika Serikat (AS) melonggarkan sanksi...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Momen Amran Puji Mahasiswi S2 PPL UGM, Berujung Apresiasi Riset Rp5 Juta dan Motor
08:14
Video thumbnail
Kang Dedi Mulyadi Buka Suara soal Etika Insinyur, Akibat Kesalahan Teknik Tak Boleh Dibiarkan!
08:11
Video thumbnail
Usai Bertemu Prabowo, Kepala OJK Kirim Pesan Tegas: Pelanggar Pasar Modal Siap Ditindak
10:08
Video thumbnail
Momen Hakim Arsul Sani Bahas UU KDRT di MK, Tampar Sekali Kok Bisa Kena Pidana 2 Tahun?
08:23
Video thumbnail
98 Kasus Kebakaran Hutan Diusut, Kapolri Segera Umumkan Tersangka #shorts #trending
00:56
Video thumbnail
Kapolri Tegas, 98 Kasus Karhutla Diusut, Tersangka Segera Ditetapkan
08:07
Video thumbnail
Sherly Tjoanda Tampak Bete Gegara Mau Jawab Kritik DPRD Maluku Utara, Malah Dilarang Bicara
09:52
Video thumbnail
Nanik Deyang Puji Prabowo, Bagikan Becak Listrik Sejak Sebelum Jadi Presiden
13:32
Video thumbnail
Pertalite RON 90 Disebut Minus, Bahlil Ungkap Stok BBM RI Cukup untuk 20 Hari
04:54
Video thumbnail
Imbas Gejolak Eropa, Menkeu Suahasil Ungkap Langkah Pemerintah Jaga Ekonomi Indonesia
11:52
Video thumbnail
Momen Prabowo Hormat Terakhir kepada Mendiang Jenderal Subagyo H.S.
02:38
Video thumbnail
Bahlil Beberkan Kondisi Stok BBM Nasional hingga Bali di Tengah Lonjakan Harga Minyak
05:02
Video thumbnail
Sidang Ijazah Gibran Berujung Aduan, Tukang Sumur Minta 9 Hakim Disanksi #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Rosan Ungkap Investasi Rp3.923 Triliun di Era Prabowo, Jutaan Pekerja Terserap #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Rosan Ungkap Investasi Era Prabowo Capai Rp3.923 Triliun, Jutaan Tenaga Kerja Terserap
15:48
Video thumbnail
Kapolri Blak-blakan Bongkar Dugaan Keterlibatan Pihak Asing di Balik Kasus Karhutla #shorts
00:57
Video thumbnail
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Airlangga-Suahasil Ungkap Kondisi Ekonomi RI
11:36
Video thumbnail
Kapolri Ungkap Dugaan Ada Pihak Asing Terlibat Kasus Karhutla
08:07
Video thumbnail
Menko Polkam dan Kapolri Segera Ungkap Korporasi Terduga Pelaku Karhutla
08:36
Video thumbnail
Ijazah Gibran Terus Disorot, Pelapor Heran Denny Indrayana Cs Tak Persoalkan Pendidikan Prabowo
09:18

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER