BMKG Gelar Modifikasi Cuaca, Upaya Kurangi Hujan dan Cegah Banjir di Jabodetabek

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

Lisa Umumkan EP Solo Terbaru

Ruben Onsu Terseret Kasus Investasi

Sarwendah Minta Peran Ruben

JCCNetwork.Id –Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) akan segera menggelar operasi modifikasi cuaca guna menekan curah hujan di wilayah-wilayah yang rawan banjir.

Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya mitigasi bencana, terutama di kawasan Jawa Barat, Jakarta, dan Banten, yang kerap dilanda banjir akibat intensitas hujan yang tinggi.

- Advertisement -

Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menjelaskan bahwa modifikasi cuaca ini bertujuan untuk menggeser awan hujan dari daerah rawan ke lokasi yang lebih aman, seperti waduk atau laut. Dengan cara ini, potensi hujan deras yang bisa memicu banjir dapat diminimalisir.

“Jadi dijatuhkan di waduk atau di laut konsepnya seperti itu, karena kalau di darat nanti banjir di tempat lain,” ujar Dwikorita di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (4/3/2025).

Dwikorita menegaskan bahwa tanpa adanya modifikasi cuaca, kumpulan awan hujan bisa terus bergerombol dan menyebabkan curah hujan ekstrem di titik-titik tertentu. Fenomena ini kerap terjadi di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jabodetabek dan Jawa Barat, yang menjadi langganan banjir saat musim hujan.

- Advertisement -

“Jadi jangan sampai awan tumbuh sebanyak itu sehingga masih datang sedikit turunkan di laut, datang sedikit turunkan di waduk atau apa,” imbuhnya tentang upaya modifikasi cuaca oleh BMKG.

Menurutnya, teknik modifikasi cuaca ini bukanlah upaya untuk menghentikan hujan sepenuhnya—hal yang mustahil dilakukan—melainkan untuk mengurangi intensitas hujan agar dampak buruknya dapat ditekan.

BMKG tidak bekerja sendiri dalam pelaksanaan modifikasi cuaca ini. Dwikorita menyebut bahwa pihaknya menggandeng Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), mengingat beberapa wilayah yang terdampak banjir telah berada dalam fase tanggap darurat.

BMKG akan bertanggung jawab dalam pengadaan teknologi serta menentukan lokasi-lokasi yang menjadi target utama operasi. Sementara BNPB akan membantu dalam implementasi di lapangan serta koordinasi dengan pihak-pihak terkait.

Harapannya, dengan adanya modifikasi cuaca ini, curah hujan di kawasan perkotaan bisa dikurangi sehingga risiko banjir yang lebih besar dapat dicegah. Langkah ini dianggap sebagai solusi yang lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan sistem drainase yang sering kali kewalahan menghadapi debit air yang tinggi.

“Semoga (curah hujan) dapat dikurangi. Upaya itu bukan mencegah hujan karena tidak mungkin, tetapi insyaallah mengurangi intensitas hujan,” pungkasnya terkait modifikasi cuaca.

Dengan pelaksanaan modifikasi cuaca ini, BMKG berharap banjir di wilayah Jabodetabek dan sekitarnya bisa lebih terkendali. Masyarakat pun diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti informasi cuaca terbaru dari BMKG guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya hujan lebat di daerah mereka.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Ancaman Bertubi-tubi: Geopolitik, Perdagangan, dan El Nino Mengintai Ekonomi RI

JCCNetwork.id- Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memperingatkan sejumlah ancaman yang membayangi perekonomian global dan berpotensi menjalar ke Indonesia, di tengah ketidakpastian ekonomi yang masih...

Petani Tebu Cirebon ke Jakarta

Persib Tembus Grup ACL 2

Polda Metro Tetapkan 49 Tersangka

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER