JCCNetwork.Id – Sejarah baru tercipta dalam pemerintahan Indonesia. Untuk pertama kalinya, Presiden Prabowo Subianto melantik seluruh kepala daerah secara serentak dalam satu upacara di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (20/6).
Pelantikan yang berlangsung di halaman tengah antara Istana Merdeka dan Istana Negara ini diawali dengan prosesi kirab dari Monumen Nasional (Monas) menuju lokasi upacara. Para kepala daerah mulai berkumpul sejak pukul 07.00 WIB di cawan utara Monas, sebelum bergerak menuju Istana pada pukul 09.00 WIB. Upacara pelantikan resmi dimulai pukul 10.00 WIB.
Dalam prosesi pelantikan, enam perwakilan kepala daerah dari berbagai agama maju ke depan untuk dilantik secara simbolis oleh Presiden Prabowo. Secara keseluruhan, terdapat 961 kepala daerah yang dilantik, terdiri dari 33 gubernur dan 33 wakil gubernur, 363 bupati, 362 wakil bupati, 85 wali kota, dan 85 wakil wali kota.
Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Yusuf Permana, menyatakan bahwa setelah prosesi pelantikan, Presiden Prabowo akan menyampaikan amanat kepada seluruh kepala daerah yang baru dilantik.
“Presiden Prabowo juga dijadwalkan menyampaikan amanat kepada para kepala daerah yang baru dilantik,” kata Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden Yusuf Permana dikutip Kamis (20/1)
Pelantikan ini merupakan implementasi dari Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 13 Tahun 2025 yang ditandatangani Prabowo pada 11 Februari 2025. Perpres tersebut mengatur tata cara pelantikan kepala daerah hasil Pilkada Serentak 2024, di mana gubernur, bupati, dan wali kota yang tidak bersengketa atau telah mendapat putusan Mahkamah Konstitusi akan dilantik pada 20 Februari.
Dengan pelantikan serentak ini, pemerintahan daerah di seluruh Indonesia kini memiliki kepemimpinan baru yang siap menjalankan tugasnya. Keputusan ini diharapkan dapat mempercepat koordinasi dan efektivitas pemerintahan di tingkat daerah.



