Koalisi Sipil Tolak Ekspansi Kewenangan Lembaga Negara

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Direktur Imparsial, Ardi Manto Adiputra, mengkritik pembahasan revisi Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang perubahan terhadap Undang-Undang Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), dan Kejaksaan. Menurutnya, revisi tersebut berpotensi mempersempit ruang gerak masyarakat serta menambah kewenangan lembaga-lembaga negara secara berlebihan.

“Jika negara diperkuat atau ditambah kewenangannya, yang akan terdampak adalah rakyat yang ruang geraknya akan semakin sempit dan dibatasi,” kata Direktur Imparsial Ardi Manto Adiputra, Rabu (19/2/2025).

- Advertisement -

Ardi menyoroti bahwa revisi RUU ini lebih berfokus pada ekspansi kewenangan lembaga negara ketimbang membangun sistem pengawasan yang lebih ketat. Ia menegaskan bahwa dalam prinsip tata kelola pemerintahan yang baik, kekuasaan negara semestinya memiliki batasan yang jelas dan dilengkapi dengan mekanisme pengawasan yang efektif.

“Seharusnya, kewenangan negara atau pemerintah itu dibatasi atau diperketat, serta diperkuat pengawasannya karena kekuasaan sejatinya cenderung untuk disalahgunakan” ungkapnya.

Lebih lanjut, Ardi juga menekankan pentingnya akuntabilitas dan transparansi dalam institusi negara. Menurutnya, penguatan lembaga-lembaga independen merupakan langkah yang diperlukan untuk memastikan bahwa berbagai instansi tersebut tetap berada dalam koridor yang benar.

- Advertisement -

“Yang kita butuhkan saat ini adalah membangun akuntabilitas dan transparansi (good governance) dengan salah satu cara memperkuat lembaga-lembaga independen yang ada untuk mengawasi mereka,” jelasnya.

Di sisi lain, penolakan terhadap revisi RUU ini juga datang dari Koalisi Masyarakat Sipil yang terdiri atas berbagai organisasi, seperti Perhimpunan Bantuan Hukum Indonesia (PBHI), Imparsial, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam), Human Rights Working Group (HRWG), Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Centra Initiative, Koalisi Perempuan Indonesia, Setara Institute, dan BEM SI Kerakyatan.

Dalam pernyataan bersama, Koalisi Masyarakat Sipil menilai bahwa reformasi di sektor hukum dan militer seharusnya tidak dilakukan dengan menambah kewenangan lembaga negara, melainkan dengan memperkuat peran pengawasan yang dilakukan oleh lembaga independen. Mereka merujuk pada data dari World Justice Project (WJP) yang menempatkan Indonesia di peringkat ke-68 dalam Indeks Rule of Law 2024 sebagai dasar kekhawatiran terhadap lemahnya pengawasan hukum di Indonesia.

 

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jateng Tutup Jalur Pendakian Imbas Karhutla

JCCNetwork.id- Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengambil langkah tegas dengan meminta penutupan sementara seluruh jalur pendakian gunung serta membatasi aktivitas masyarakat di kawasan lereng. Kebijakan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Sudaryono Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN #shorts #trending
01:38
Video thumbnail
Blak-blakan, Sudaryono Cerita Video Call Rocky Gerung saat Galau Pimpin BGN
08:38
Video thumbnail
Mentan Amran Sentil Pejabat yang Merasa Paling Pintar, tapi Minim Bukti Kerja Nyata
09:25
Video thumbnail
Mahasiswa UI Wanti Wanti Penting RUU Perampasan Aset Jangan Sampai Milik Orang Lain Ikut Dirampas
08:41
Video thumbnail
POV Kalau Ketemu Pak Prabowo Apa Yang Mau Dikatakan? #shorts #trending
00:42
Video thumbnail
KDM Cengar-Cengir Saat Dijuluki Gubernur Konten
08:05
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Mendadak Jadi Makcomblang untuk Peternak Telur #shorts #trending
01:18
Video thumbnail
Bikin Suasana Cair, Mentan Amran Mendadak Jadi Makcomblang, Carikan Jodoh untuk Peternak Telur
08:36
Video thumbnail
Jangan Main-Main Daerah Tak Bentuk Satgas MBG Bakal Disurati, Ada Apa?
08:31
Video thumbnail
Tak Main-Main, Mentan Amran Serukan Hukuman Berat bagi Mafia Beras Oplosan #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Tak Main-Main, Mentan Amran Serukan Hukuman Berat bagi Mafia Beras Oplosan
09:03
Video thumbnail
Beda dari Biasanya Begini Gaya Santai Hakim MK Saldi Isra Saat Ngopi Bareng Bareng Anak Muda
09:49
Video thumbnail
Bahlil Tak Main-Main, Tindak Pejabat Migas yang Masih Main Belakang #shorts #trending
01:25
Video thumbnail
Bahlil Tegas ke Jajaran Ditjen Migas: Main Bawah Tangan, Saya Selesaikan
08:31
Video thumbnail
Harga Pakan Melambung, Mentan Perintahkan Satgas Sisir Perusahaan Penjual #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
Mentan Perintahkan Satgas Sisir Perusahaan Penjual Pakan Mahal
08:28
Video thumbnail
DPR Diminta Jangan Gegabah, Perampasan Aset Bisa Jadi Masalah Jika Tanpa Pengawasan Ketat
08:08
Video thumbnail
Semua Bisa Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Tanpa Kerja, Kok Bisa?
01:28
Video thumbnail
Mentan Amran Ungkap Kekuatan Energi RI, Pengurangan Gas Bikin Negara Tetangga Uring-uringan
09:46
Video thumbnail
Semua Dapat Gaji Rp20 Juta Perbulan Kalau Korupsi Pertambangan Disikat Habis #shorts #titipanrakyat
01:36

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER