Gempa M 5,9 Guncang Filipina

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Sebuah gempa bumi berkekuatan magnitudo (M) 5,9 mengguncang wilayah Filipina tengah pada Kamis (23/1/2025) pagi WIB. Berdasarkan laporan resmi dari Institut Vulkanologi dan Seismologi Filipina (Phivolcs), gempa ini berpusat di lepas pantai Kota San Francisco, Provinsi Leyte, dengan kedalaman hanya 10 kilometer, menjadikannya termasuk dalam kategori gempa dangkal.

Phivolcs dalam buletinnya memperingatkan kemungkinan kerusakan fisik dan gempa susulan yang dapat terjadi akibat guncangan ini. Gempa dangkal seperti ini cenderung memberikan dampak yang lebih signifikan pada permukaan, sehingga meningkatkan risiko bagi masyarakat di sekitarnya.

- Advertisement -


Mayor Polisi Kota San Francisco, Barnie Catig, menggambarkan pengalaman warga saat gempa terjadi.

“Guncangannya kuat. Beberapa bingkai foto di rak kami jatuh,” kata Catig melalui sambungan telepon.

Ia menambahkan bahwa hingga saat ini belum ada laporan resmi mengenai kerusakan besar atau korban jiwa akibat peristiwa tersebut. Namun, pihak berwenang tetap siaga untuk mengantisipasi segala kemungkinan.

- Advertisement -

Sementara itu, laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Indonesia turut mencatat peristiwa ini.

BMKG menyebutkan bahwa gempa terjadi pada pukul 06.39 WIB. Meski demikian, BMKG belum memberikan pernyataan apakah getaran gempa tersebut dirasakan hingga wilayah Indonesia atau memiliki dampak lain yang signifikan.

Gempa ini menjadi pengingat bahwa Filipina, bersama negara-negara lain di kawasan Cincin Api Pasifik, terus menghadapi ancaman bencana alam akibat aktivitas seismik yang tinggi.

Zona ini terkenal sebagai salah satu wilayah paling rawan gempa di dunia, dengan pergerakan lempeng tektonik yang konstan.

Sebagai negara yang berada di jalur rawan gempa, Filipina memiliki sejarah panjang terkait peristiwa serupa.

Guncangan berkekuatan lebih besar dari ini pernah menyebabkan kerusakan parah dan korban jiwa di masa lalu, sehingga gempa M 5,9 ini tetap menjadi peringatan bagi masyarakat untuk selalu waspada.


Phivolcs juga mengingatkan bahwa gempa susulan bisa saja terjadi kapan saja. Masyarakat diimbau untuk tetap tenang namun waspada, terutama bagi mereka yang berada di wilayah pesisir. Pemerintah setempat tengah melakukan koordinasi untuk memastikan kesiapan tanggap darurat jika kondisi memburuk.

Seiring berjalannya waktu, tim penyelamat dan aparat keamanan terus memantau situasi di lapangan. Fokus utama mereka adalah memastikan keselamatan warga dan meminimalkan potensi kerugian, baik dalam hal korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur.

Meskipun sejauh ini belum ada laporan dampak besar, pengalaman serupa di masa lalu menunjukkan bahwa kewaspadaan adalah kunci utama dalam menghadapi ancaman bencana.

Pemerintah dan lembaga terkait di Filipina terus mengedukasi masyarakat tentang langkah-langkah keselamatan yang harus diambil saat gempa, termasuk persiapan menghadapi gempa susulan yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi negara-negara lain di kawasan rawan gempa, termasuk Indonesia, untuk selalu meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman alam yang tak terduga.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

1.084 SPPG Beroperasi, Program MBG di Banten Meluas

JCCNetwork.id-Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Banten terus mengalami peningkatan capaian. Badan Gizi Nasional (BGN) melaporkan sekitar 2,9 juta warga telah menjadi penerima manfaat...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER