Buaya Kabur Akibat Banjir, Ancaman ke Singapura

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.Id – Sebanyak 34 buaya yang dilaporkan lepas dari sebuah peternakan di Batam berhasil ditangkap hingga Rabu (22/1). Pihak berwenang menyatakan risiko buaya tersebut berenang hingga ke perairan Singapura sangat kecil.

Buaya-buaya ini ditemukan di berbagai lokasi di sekitar Batam, termasuk di perairan Pulau Mangkada, Seraya, Teluk Sepaku, Sungai Lokan, dan Batu Legong. Letkol Mar Bambang Irianto, Kepala Bidang Potensi Ancaman Maritim Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV, mengonfirmasi penangkapan ini dalam operasi terpadu bersama satuan tugas.

- Advertisement -

Menurut Kepala Bidang Penerangan Lantamal IV, Rio Nugraha, yang memimpin satuan tugas tersebut, salah satu buaya terbesar yang ditangkap memiliki berat lebih dari 1.000 kilogram.

Insiden ini bermula pada 13 Januari 2025, ketika hujan deras mengguyur Batam. Derasnya hujan menyebabkan pagar kolam penangkaran runtuh, sehingga memungkinkan buaya-buaya tersebut melarikan diri. Peternakan buaya yang dikelola oleh perusahaan Perkasa Jagat Karunia dilaporkan memiliki sekitar 500 buaya. Namun, hingga saat ini jumlah pasti buaya yang lepas masih belum dapat dipastikan.

Menurut pihak perusahaan, hanya lima buaya yang kabur. Namun, upaya menghitung jumlah buaya yang lepas terkendala kesulitan teknis dalam menguras air kolam penangkaran.

- Advertisement -

Puluhan buaya yang ditangkap tersebut kini telah diserahkan kepada satuan tugas untuk dikembalikan ke penangkaran di Pulau Bulan, yang berjarak sekitar 30 kilometer dari Pulau Sentosa, Singapura.

Meski dekat dengan perairan Singapura, Rio Nugraha memastikan bahwa perairan negara tetangga tersebut tetap aman. Langkah-langkah pencegahan seperti patroli rutin, pemasangan rambu-rambu peringatan, dan edukasi kepada masyarakat juga telah dilakukan untuk meningkatkan keamanan.

Selain itu, langkah-langkah edukasi kepada masyarakat telah dilakukan untuk meningkatkan kesadaran akan potensi bahaya. Nelayan di sekitar kawasan penangkaran diimbau untuk menghentikan sementara aktivitas penangkapan ikan demi keselamatan mereka.

Tommy Steven Parulian Sinambela, Kepala Konservasi Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Riau, menegaskan bahwa buaya-buaya yang terbiasa hidup di penangkaran cenderung memiliki kemampuan mobilitas yang terbatas.

Sementara itu, pihak Dewan Taman Nasional Singapura terus memantau situasi. Dalam pernyataan resminya, mereka mengimbau masyarakat untuk melaporkan setiap penampakan buaya melalui hotline 1800 476 1600.

Operasi penangkapan ini diharapkan dapat memastikan keamanan masyarakat di Batam dan kawasan sekitarnya. Kejadian ini juga menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat di penangkaran hewan liar agar insiden serupa tidak terulang.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Jay Idzes Jadi Pemain Terbaik Saat Sassuolo Tahan Fiorentina

JCCNetwork.id-Kapten Timnas Indonesia, Jay Idzes, dinobatkan sebagai pemain terbaik dalam laga antara Sassuolo dan Fiorentina yang berakhir imbang 0-0 pada pekan ke-34 Serie A,...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER