JCCNetwork.id- Pelatih kawakan asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, akan resmi kembali ke tanah kelahirannya pada Minggu, 26 Januari 2025 pukul 21.50 WIB. Kabar ini pertama kali diumumkan oleh penerjemahnya, Jeong Seok-seo, melalui unggahan Instagram.
“Coach Shin Tae-yong akan pulang ke Korea, kampung halamannya pada 26 Januari 2025 pukul 21.50 WIB dengan pesawat Korean Air. Terima kasih atas dedikasinya selama ini,” tulis Jeong, Selasa (21/1/2025).
Shin Tae-yong telah melatih Timnas Indonesia selama lima tahun terakhir. Selama periode tersebut, ia kerap bolak-balik antara Indonesia dan Korea Selatan. Biasanya, kunjungannya ke Korea berlangsung selama 2-3 minggu. Namun kali ini, ia akan menetap di Negeri Ginseng untuk waktu yang lebih lama, mengingat tugasnya sebagai pelatih Timnas Indonesia telah usai.
Meski demikian, yayasan dan akademi sepak bola yang dimiliki Shin Tae-yong di Indonesia dipastikan tetap berjalan. Pengelolaan yayasan tersebut telah diserahkan kepada pihak yang kompeten, sehingga eks pelatih Timnas Korea Selatan ini dapat fokus menjalani kehidupan baru di negaranya.
Kabar kepulangan Shin Tae-yong pun memicu reaksi para pencinta sepak bola Tanah Air. Tak sedikit yang diprediksi akan hadir di Bandara Soekarno-Hatta untuk mengantar sang pelatih kembali ke kampung halamannya.
Sementara itu, kepelatihan Timnas Indonesia kini berada di tangan pelatih asal Belanda, Patrick Kluivert. Pria berusia 48 tahun tersebut resmi diperkenalkan sebagai pelatih anyar pada Minggu, 12 Januari 2025. Kluivert tidak bekerja sendirian. Ia didampingi tim yang solid, termasuk Alex Pastoor dan Denny Landzaat sebagai asisten pelatih, serta Quentin Jakoba yang bertugas sebagai pelatih fisik.
Gebrakan Patrick Kluivert bersama Timnas Indonesia sangat dinanti. Laga debutnya akan berlangsung pada 20 Maret 2025, di mana Timnas Indonesia akan menghadapi Australia dalam matchday ketujuh Grup C Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia.
Kehadiran Patrick Kluivert membawa harapan baru bagi sepak bola Indonesia. Meski Shin Tae-yong telah pergi, semangat dan fondasi yang telah dibangunnya diyakini menjadi pijakan kuat bagi kemajuan Timnas Indonesia di bawah komando baru.



