JCCNetwork.Id – Tim Satuan Tugas Penanggulangan Bencana (Satgas PB) erupsi Gunung Ibu meningkatkan jumlah lokasi pengungsian untuk warga terdampak. Dari semula lima lokasi di Desa Akesibu, titik pengungsian kini diperluas menjadi 12 lokasi yang tersebar di Kecamatan Ibu, seperti di Desa Gam Ici, Desa Tongute Sungi, Desa Tongute Goin, Desa Tongute Ternate, dan Desa Soana Masungi.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyatakan bahwa hingga Senin, 20 Januari 2025, sebanyak 1.067 jiwa atau 432 kepala keluarga dari Kecamatan Tabaru telah berhasil dievakuasi ke lokasi yang lebih aman. Evakuasi ini dilakukan menyusul kenaikan status Gunung Ibu ke level IV atau Awas.
Hingga Senin 20 Januari 2025, sebanyak 1.067 jiwa atau 432 KK “warga Kecamatan Tabaru telah dievakuasi ke lokasi yang lebih aman pasca kenaikan level Gunung Ibu menjadi status level IV atau Awas,” kata Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari dalam keterangan resminya, Selasa (21/1/2025).
Menurut Abdul, yang akrab disapa Aam, aktivitas Gunung Ibu sepanjang hari ini menunjukkan peningkatan. Tim pemantauan Gunung Ibu di Desa Gam Ici mencatat terjadi 17 kali erupsi. Kolom abu teramati mencapai ketinggian 1.000 meter di atas puncak gunung dengan warna putih hingga kelabu pekat, bergerak ke arah barat laut.
“BNPB mengimbau masyarakat di sekitar Gunung Ibu untuk tetap mematuhi arahan dari Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat serta otoritas yang berwenang,” katanya.
Selain itu, ia mengingatkan warga untuk mewaspadai dampak cuaca yang dapat memperburuk situasi. Berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Halmahera Barat diprediksi akan mengalami hujan ringan hingga hujan petir dalam beberapa hari ke depan.
“Maka, warga diimbau untuk mewaspadai potensi lahar di sungai-sungai yang berhulu di bagian puncak Gunung Ibu, terutama bila terjadi hujan lebat di bagian puncak,” imbaunya.
Langkah antisipasi terus dilakukan untuk memastikan keselamatan warga. Satgas PB bersama pihak terkait terus memantau situasi dan melakukan koordinasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk akibat erupsi Gunung Ibu



