Tentara Korsel Keracunan Kimchi

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Sebuah insiden mengejutkan terjadi di pangkalan militer Korea Selatan. Sedikitnya 19 tentara dari Divisi Infanteri ke-17 dilaporkan mengalami keracunan makanan setelah mengonsumsi kimchi. Mereka menderita muntah parah hingga diare, diduga akibat kontaminasi norovirus dalam makanan tradisional tersebut.

Institut Kesehatan dan Lingkungan Kota Metropolitan Incheon mengonfirmasi kasus ini, menyebutkan bahwa gejala keracunan mulai muncul di kalangan tentara sejak 26 hingga 28 November.

- Advertisement -

Dalam laporan yang dirilis, sebanyak 66 tentara dilaporkan menunjukkan gejala serupa. “Kasus-kasus tersebut termasuk tiga tentara dari sebuah pangkalan di Distrik Yeonsu, lima dari Distrik Seo, 53 tentara dari 11 pangkalan di Bupyeong, satu dari Keyang, dan empat dari Gimpo,” jelas laporan itu, seperti dikutip dari Korean JoongAng Daily, Sabtu (28/12/2024).

Dari hasil pemeriksaan yang dilakukan pada 52 sampel makanan oleh Institut Kesehatan dan Lingkungan, 19 kasus positif menunjukkan adanya infeksi norovirus. Virus ini diketahui menjadi penyebab utama penyakit bawaan makanan yang sering kali ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi.

Norovirus dikenal sangat menular dan dapat menyebar dengan cepat melalui makanan atau air yang terkontaminasi, atau melalui kontak langsung dengan individu yang terinfeksi. Gejalanya meliputi muntah, diare, dan sakit perut, yang biasanya berlangsung selama 1-3 hari.

- Advertisement -

Dalam kasus ini, kimchi—makanan fermentasi khas Korea yang umumnya dianggap sehat—menjadi media penularan virus yang tak terduga.
Insiden ini memaksa Divisi Infanteri ke-17 untuk mengambil langkah tegas. Pihak militer memutuskan menghentikan kerja sama dengan pemasok makanan yang bertanggung jawab menyediakan kimchi di pangkalan militer.

Langkah ini dilakukan untuk memastikan insiden serupa tidak terjadi di masa depan dan untuk menjaga kesehatan para tentara.

Selain itu, pihak militer bekerja sama dengan otoritas kesehatan untuk meningkatkan standar keamanan makanan di lingkungan pangkalan.

“Kami akan memastikan setiap makanan yang disuplai ke pangkalan memenuhi standar kebersihan yang ketat,” ujar seorang juru bicara militer dalam pernyataannya.
Insiden ini menjadi pengingat penting bagi masyarakat umum tentang risiko kontaminasi makanan, bahkan pada makanan yang secara tradisional dianggap aman.

Pakar kesehatan merekomendasikan agar bahan makanan yang mudah terkontaminasi, seperti sayuran fermentasi, disimpan dan diolah dengan cara yang higienis.

Kasus keracunan makanan di kalangan militer ini juga menyoroti pentingnya pengawasan ketat terhadap rantai pasokan makanan, terutama di institusi yang menyediakan makanan untuk kelompok besar, seperti pangkalan militer.

Dengan langkah-langkah yang diambil, diharapkan insiden serupa dapat dicegah di masa mendatang.

Namun, bagi para tentara yang terkena dampak, peristiwa ini menjadi pengingat pahit bahwa bahkan makanan tradisional pun bisa membawa risiko jika tidak ditangani dengan baik.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Messi Pulang ke Rosario Usai Final

JCCNetwork.id – Kapten Tim Nasional Argentina, Lionel Messi, kembali ke kampung halamannya di Rosario, Selasa (21/7/2026) waktu setempat, setelah Argentina harus puas menjadi runner-up...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER