JCCNetwork.id- Polres Purwakarta kini menahan dan memeriksa seorang pria berinisial R, sopir truk Hino pengangkut kardus, yang diduga menjadi pemicu utama kecelakaan beruntun di Km 92 Tol Cipularang. Kecelakaan tersebut melibatkan total 17 kendaraan dan menewaskan satu orang, serta menyebabkan puluhan lainnya luka-luka.
Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Ardiansyah menyatakan bahwa R telah resmi ditahan dan tengah menjalani proses pemeriksaan intensif di Polres Purwakarta.
“Sopir truk (R) telah diamankan di Polres. Saat ini sedang menjalani rangkaian pemeriksaan,” kata Kapolres Purwakarta AKBP Lilik Ardiansyah, Rabu (13/11/2024).
Petugas dari Unit Gakkum Satlantas Polres Purwakarta bersama tim penyidik Ditlantas Polda Jabar dan Korlantas Polri telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengungkap penyebab utama kecelakaan maut ini. Mereka menerapkan metode Traffic Accident Analysis (TAA) dalam investigasi di lokasi kejadian.
“Temuan-temuan (di olah Tempat Kejadian Perkara/TKP) sedang diolah oleh tim,” ujar Lilik.
Sopir truk R juga menjadi salah satu dari 29 korban luka dalam kecelakaan itu. Usai tabrakan, ia sempat dilarikan ke RS Abdul Radjak Purwakarta untuk mendapatkan perawatan medis. Rekaman CCTV yang beredar memperlihatkan truk Hino yang dikemudikannya melaju kencang dari arah Bandung menuju Jakarta, walau saat itu kondisi lalu lintas di Km 92 tengah padat dan hujan sedang mengguyur area tersebut.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Barat Kombes Jules Abraham Abast menuturkan bahwa truk yang dikemudikan R diduga mengalami rem blong karena beban muatan yang berat, sehingga truk tidak dapat dikendalikan ketika berada di turunan jalan yang licin.
“(Truk diduga) rem blong karena bermuatan cukup banyak, cukup berat. Sehingga truk menabrak kendaraan di depannya,” kata Kabid Humas Polda Jabar Jules Abraham Abast.
Insiden tersebut mengakibatkan kerusakan pada 19 kendaraan lainnya. Total korban mencapai 30 orang, terdiri dari satu korban meninggal dunia dan 29 lainnya mengalami luka, baik ringan maupun berat. Polisi berharap olah TKP ini akan memberikan petunjuk lebih lanjut guna memastikan faktor penyebab pasti kecelakaan dan memperjelas tanggung jawab hukum para pihak yang terlibat.
Proses penyelidikan diperkirakan masih akan berlangsung dalam beberapa hari ke depan. Polres Purwakarta berkomitmen mengusut tuntas kasus ini demi keadilan bagi para korban dan keluarga.\



