JCCNetwork.id- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, menegaskan komitmennya untuk melakukan reformasi besar-besaran dalam perizinan sektor panas bumi, guna mempercepat transisi energi terbarukan di Indonesia. Hal tersebut diutarakan Bahlil menyusul keluhan investor terkait lambatnya proses perizinan yang menjadi hambatan utama dalam pengembangan sektor tersebut.
“Jadi teman-teman investor tidak perlu ragu. Saya sudah lapor sama Presiden Joko Widodo dan saya sudah melapor kepada bapak Presiden Prabowo, kami akan melakukan reform berbagai langkah konstruktif dalam melakukan percepatan,” kata Bahlil, Rabu, 18 September 2024.
Proses perizinan yang berbelit diakui Bahlil menjadi salah satu faktor utama yang memperlambat transisi dari energi fosil ke energi baru terbarukan (EBT). Menurutnya, sektor panas bumi yang memiliki potensi besar di Indonesia seharusnya menjadi salah satu andalan dalam mengejar target net zero emission pada 2060. Namun, tanpa adanya perbaikan regulasi dan percepatan perizinan, target tersebut akan sulit dicapai.
“Kami akan memangkas baik dari sisi syarat, waktu, untuk kita mendorong teman-teman investor dalam melakukan percepatan-percepatan investasi,” imbuh dia.
“Jadi akan susah kita melakukan percepatan untuk 2060 net zero emission dan kita mempunyai cadangan terbesar,” imbuh dia.
Indonesia diketahui memiliki cadangan energi panas bumi yang sangat besar, dan seharusnya bisa dimanfaatkan secara optimal untuk memenuhi kebutuhan energi terbarukan nasional. Namun, lambatnya perizinan menjadi hambatan serius bagi pengembangan sektor ini. Bahlil menekankan bahwa pemerintah akan terus bekerja keras untuk menyederhanakan proses perizinan demi menarik lebih banyak investasi dan mempercepat pemanfaatan energi panas bumi.
Langkah reformasi perizinan yang diinisiasi Bahlil diharapkan dapat memberikan kepastian bagi para investor dan sekaligus mempercepat langkah Indonesia dalam mencapai target iklim global. Pemerintah kini tengah mempercepat upaya untuk mengurangi ketergantungan pada energi fosil dan beralih ke EBT, dengan panas bumi sebagai salah satu sumber energi yang paling potensial.



