Kapolri Didesak Tegur Kapolda Sulsel Terkait Intimidasi Wartawan Pungli SIM

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo didesak untuk turun tangan menegur Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Andi Rian Djajadi, yang diduga mengintimidasi wartawan terkait pemberitaan tentang pungutan liar (pungli) di wilayahnya. Meskipun Kapolda telah dipanggil oleh Kadiv Propam Polri, Irjen Abdul Karim, pengamat menilai langkah tersebut belum cukup efektif dalam menyelesaikan permasalahan ini.

Bambang Rukminto, seorang pengamat kepolisian, mengungkapkan perlunya tindakan tegas dari Kapolri terhadap Kapolda Sulawesi Selatan yang dianggap tidak menghormati Undang-Undang Pers.

- Advertisement -

“Yang bisa dilakukan hanyalah mendorong Kapolri untuk melakukan teguran pada oknum Kapolda yang melakukan intimidasi, dan tidak mengindahkan Undang-Undang (UU) Pers,” kata Pengamat Kepolisian Bambang Rukminto, Senin (16/9/2024) dikutip.

Bambang menilai, ketidakpatuhan Kapolda Sulawesi Selatan terhadap panggilan Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) menunjukkan sikap arogan yang memerlukan perhatian serius dari pimpinan Polri. Menurutnya, keengganan Kapolri untuk bertindak tegas justru dapat menurunkan kepercayaan publik terhadap institusi kepolisian.

“Diawali dari semakin menurunnya kepercayaan kepada institusi, berlanjut ketidakpercayaan pada penegakan hukum. Organisasi yang profesional tentunya tidak didasarkan ‘perkoncoan’, tetapi dibangun melalui penegakan peraturan secara konsisten,” tegas dia.

- Advertisement -

Bambang, yang juga peneliti dari Institute for Security and Strategic Studies (ISESS), menambahkan bahwa ketidakpercayaan publik terhadap penegakan hukum dapat mengarah pada keruntuhan negara hukum.

“Bila diteruskan bisa mengarah pada negara bubar, disintegrasi, lemah, dan lain-lain,” ungkapnya.

Kasus ini mencuat setelah Heri Siswanto, seorang wartawan di Sulawesi Selatan, diduga mendapat intimidasi setelah memberitakan adanya pungli dalam proses pembuatan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Polres Bone. Heri melaporkan bahwa pungutan liar mencapai Rp500 ribu untuk pengurusan SIM A di daerah tersebut.

Pemberitaan ini rupanya memicu kemarahan Kapolda Sulawesi Selatan, yang diduga melakukan intimidasi terhadap Heri. Bahkan, istri Heri yang bekerja sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) Polri di Polres Sidrap dilaporkan dimutasi ke Polres Kepulauan Selayar, yang diduga terkait dengan pemberitaan tersebut.

Kompolnas sebagai lembaga pengawas eksternal Polri turut memantau kasus ini dengan serius. Kompolnas telah melayangkan surat undangan klarifikasi kepada Kapolda Sulawesi Selatan, Irjen Andi Rian, pada 10 September 2024. Namun, hingga kini belum ada respons dari Kapolda terkait undangan tersebut.

“Belum (direspons). Kompolnas sudah mengirimkan surat klarifikasi ke Polda Sulsel dengan Surat Kompolnas No. B-325/Kompolnas/9/2024, tanggal 10 September 2024,” kata Komisioner Kompolnas Poengky Indarti saat dikonfirmasi Minggu, 15 September 2024.

Poengky menjelaskan bahwa Kompolnas akan melayangkan undangan klarifikasi kedua jika panggilan pertama tidak diindahkan. Jika undangan kedua juga tidak mendapat respons, Kompolnas akan mendatangi Polda Sulawesi Selatan untuk meminta klarifikasi langsung.

Kasus ini menjadi perhatian publik karena menyangkut kebebasan pers dan integritas institusi penegak hukum di Indonesia. Tindakan tegas dari Kapolri diharapkan dapat mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian dan menjaga marwah kebebasan pers di negara ini.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bareskrim Ungkap Penyebab Blackout Batam-Bintan

JCCNetwork.id- Penyidikan kasus pemadaman listrik atau blackout yang melanda Batam dan Bintan, Kepulauan Riau (Kepri), mengungkap dugaan masuknya seekor kera ke area Gardu Induk...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Depan Prabowo, Kapolri Suyudi Beberkan 11 Korporasi Berstatus Tersangka Karhutla Kalimantan
08:09
Video thumbnail
Detik-Detik Rocky Gerung Hentikan Presma Unimed saat Bertanya #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
Momen Debat Rocky Gerung dan Presma Unimed, Pertanyaan Langsung Dihentikan: Saya Tak Izinkan
08:34
Video thumbnail
Pedas, KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan #shorts #trending
01:24
Video thumbnail
Momen Prabowo Soroti Jajaran Wantimpres: Isinya Tokoh-Tokoh Nasional, Ngeri
08:08
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer #shorts #trending
01:10
Video thumbnail
Momen Prabowo Puji Mentan Amran, Produksi Pangan Digenjot Tanpa Buka Hutan Primer
08:26
Video thumbnail
Prabowo Luruskan Soal BBM Bali, Bukan Stok Habis tapi Distribusi Terlambat #shorts #trending
00:41
Video thumbnail
Prabowo Tegaskan Antrean BBM di Bali Bukan Langka, tapi Distribusi Terlambat
08:02
Video thumbnail
Prabowo Dengar Langsung, Bahlil Ungkap Penyebab BBM Bali Sempat Langka
08:23
Video thumbnail
Prabowo Akui MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak hingga Dipecat #shorts #trending
01:03
Video thumbnail
Prabowo Blak-blakan, MBG Masih Banyak Kekurangan, Pelanggar Ditindak, Pecat sampai Bersih
08:02
Video thumbnail
Pedas! KDM Soroti Bekasi, Duit Banyak tapi Lingkungan Masih Berantakan
09:07
Video thumbnail
Momen Dedi Mulyadi Pimpin Langsung Pelantikan Bupati Bekasi
08:32
Video thumbnail
Titipan Rakyat ke Presiden Prabowo: Bunga Pinjol Buat Hidup Rakyat Mengenaskan #shorts #trending
02:03
Video thumbnail
TR Buat Bapak Presiden Prabowo Banyak Rakyat Terjerat Pinjol Gegara Nganggur
06:06
Video thumbnail
Negara Asing Olok-Olok RI soal Karhutla, Begini Respons Prabowo #shorts #trending
02:01
Video thumbnail
TR untuk Prabowo-Gibran Rakyat Beri Waktu 1 Tahun, Buktikan Perubahan Nyata #shorts #trending
01:09
Video thumbnail
Titipan Rakyat untuk Prabowo-Gibran, Dekat Istana Rakyat Terpaksa Pinjol Cuma untuk Makan #shorts
01:31
Video thumbnail
Negara Asing Olok-Olok RI soal Karhutla, Prabowo Sentil Balik: Perusahaan Mereka Ikut Terlibat
08:59

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER