Untuk mengantisipasi kondisi stadion yang sepi akibat tidak adanya suporter lokal, Risha menyebutkan bahwa pihaknya telah mengundang anak-anak yatim piatu dan Sekolah Sepak Bola (SSB) untuk menyaksikan pertandingan langsung di stadion.
Hal ini di buat agar suasana pertandingan tetap meriah dan menarik baik untuk para pemain dan masyarakat.
“Di Piala Presiden ini kami akan melakukan beberapa kegiatan sosial. Di mana kami akan mengundang yatim piatu maupun SSB untuk dapat menyaksikan pertandingan di babak semi final sehingga pertandingan menjadi ramai dan menyenangkan semua pihak,” turut Risha.
“Oleh karena itu, kami mohon semua pihak dapat mendukung kegiatan ini dengan baik, aman, dan nyaman,” tambahnya.
Dengan demikian, kebijakan ini harapannya bisa memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Indonesia.
Meskipun memang menghadirkan tantangan tersendiri bagi para suporter yang ingin memberikan dukungan langsung di stadion.



