Pemerintah Pertimbangkan Bea Masuk Tinggi untuk Impor Tiongkok

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Pemerintah sedang mempertimbangkan penerapan bea masuk hingga 200% untuk barang-barang impor dari Tiongkok dalam upaya melindungi industri dalam negeri. Namun, Aliansi Produsen Serat dan Benang Filament Indonesia (Apsyfi), diwakili oleh Ketua Umumnya, Redma Gita Wirawasta, menyarankan agar pemerintah lebih berfokus pada masalah impor ilegal yang dinilai lebih merugikan bagi industri tekstil dalam negeri.

Redma Gita Wirawasta mengungkapkan keprihatinannya terhadap sulitnya produk lokal bersaing di pasar domestik akibat dari produk impor ilegal, khususnya dari Tiongkok. Dia menyoroti bahwa meskipun sudah ada beberapa regulasi seperti Permendag Nomor 36 Tahun 2023 yang mengatur impor, namun implementasinya dinilai belum efektif karena berlaku hanya untuk sementara waktu.

- Advertisement -

“Lalu para menteri kalau kita lihat sekarang, kelihatannya masing-masing ada perdebatan yang cukup seru terkait bea masuk 200%. Sebenarnya kita sudah banyak diskusi, baik internal maupun dengan pemerintah terkait kondisi TPT, tetapi belum ada langkah yang dilakukan oleh pemerintah yang signifikan,” ujar Redma.

Diskusi intensif sudah dilakukan antara Apsyfi dan pemerintah, namun belum ada langkah konkret yang diambil untuk menangani masalah tersebut. Redma menekankan bahwa penerapan bea masuk 200% harus dipertimbangkan secara matang, mengingat Indonesia masih terikat dalam Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN-China.

“Semua ribut terkait masalah aturan bea masuk, padahal masalah utamanya adalah impor ilegal. Aturan apa pun kalau tidak ada perbaikan, seperti di pintu masuk pelabuhan, termasuk kinerja di Bea Cukai, maka pemberantasan praktik impor ilegal itu tidak akan efektif,” tegasnya.

- Advertisement -

Lebih lanjut, Redma menyarankan agar pemerintah memfokuskan upaya pada pengawasan ketat terhadap produk tekstil ilegal yang masuk ke Indonesia. Dia mengkhawatirkan bahwa penerapan bea masuk yang tinggi tanpa pengawasan yang memadai justru akan meningkatkan jumlah impor tekstil ilegal di pasar domestik.

Dia juga mendesak agar kementerian terkait berkolaborasi secara lebih baik dalam merumuskan kebijakan, melaksanakan regulasi, dan meningkatkan pengawasan di lapangan. Langkah seperti pembentukan satuan tugas khusus untuk impor ilegal oleh Kementerian Perdagangan dinilai sebagai langkah positif, namun Redma menekankan pentingnya perbaikan kinerja di Bea Cukai untuk mengoptimalkan pengawasan di pintu masuk.

Dengan demikian, pendekatan yang diusulkan oleh Apsyfi diharapkan dapat menjadi acuan bagi pemerintah dalam menghadapi tantangan perlindungan industri dalam negeri sekaligus memastikan kebijakan yang efektif dan berkelanjutan dalam mengatur impor barang-barang tertentu.

“Di Kementerian Perdagangan, Pak Zulhas kemarin mengumumkan pembentukan satgas impor ilegal. Ini bagus, tetapi kan wewenangnya hanya untuk menertibkan peredaran barang impor ilegal yang sudah ada di pasar domestik. Di pintu masuknya seperti apa? Jadi harusnya di Kementerian Keuangan juga digalakkan untuk memperbaiki kinerja Bea Cukai,” tandasnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Warganet Keluhkan Konten Karhutla, Meutya Minta Platform Buka Algoritma

JCCNetwork.id- Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid membantah pemerintah meminta perusahaan platform media sosial menghapus unggahan masyarakat yang membahas kebakaran hutan dan lahan...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Detik-Detik Mentan Amran Jadi Pusat Perhatian di Lampung #shorts #trending
01:58
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Tak Disetujui Prabowo
12:26
Video thumbnail
Rocky Gerung Singgung Era Jokowi, Sebut Pernah Lolos dari 34 Laporan Polisi #shorts #trending
01:57
Video thumbnail
Singgung Era Jokowi, Rocky Gerung Bicara Pengalaman, Klaim Lolos dari 34 Laporan Polisi
11:22
Video thumbnail
Hakim Daniel Singgung Aturan Wantimpres dari Era Jokowi
08:34
Video thumbnail
Usulan Luhut Soal Redefinisi Korupsi Belum Disetujui Prabowo #shorts #trending
02:12
Video thumbnail
Sidang UU Polri Arsul Sani Singgung Amplop Cokelat dalam Rapat Resmi
09:14
Video thumbnail
DPR Tekankan Pentingnya Kompetensi Sebut Ijazah Bukan yang Utama, tapi Jangan Sampai Palsu #shorts
01:57
Video thumbnail
DPR Ingatkan Mahasiswa: Gelar Bukan Tolok Ukur Utama, Keaslian Ijazah Tetap Penting
08:04
Video thumbnail
Momen Tak Terduga Menteri HAM Natalius Pigai, Lancar Berbahasa Kongo di Hadapan Forum
09:46
Video thumbnail
Bahlil Jamin BBM Subsidi Tak Naik, Tegaskan Sesuai Perintah Presiden #shorts #trending
01:36
Video thumbnail
Bahlil Tegaskan Arahan Prabowo soal BBM Subsidi: Harga Tetap, Rakyat Indonesia Tenang
13:36
Video thumbnail
Bahas RUU Perampasan Aset, DPR Soroti Sikap Mahasiswa UI yang Dinilai Berbeda saat di Lapangan
08:25
Video thumbnail
Sikap Tegas Bahlil soal Ekspor Gas: Jangan Ajari Kita soal Komitmen Kontrak
09:03
Video thumbnail
Momen Hangat Amran ke Petani, Topi dan Selendang Dipakaikan Langsung #shorts #trending
01:56
Video thumbnail
TR Jeritan Warga ke Prabowo Rumah Dibedah Tak Tuntas, Rakyat Terpaksa Ngontrak #shorts #trending
02:20
Video thumbnail
Momen Penuh Keakraban, Mentan Amran Pakaikan Topi dan Selendang Langsung ke Petani
09:13
Video thumbnail
Kenapa Rakyat Jangan Berharap Lagi ke DPR Selama 3 Tahun Kedepan? #shorts #trending
01:37
Video thumbnail
Rocky Gerung Celetuk Soal Gaji Wantimpres Rp76 Juta, Tak Ada Gunanya #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Blak-blakan Rocky Gerung, Gaji Wantimpres Rp76 Juta Disebut Tak Ada Gunanya
09:34

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER