JCCNetwork.id- Kepolisian Resort Lampung Tengah tengah menggali lebih dalam dugaan keterlibatan oknum aparat dalam kasus kepemilikan senjata api ilegal yang menyeret seorang anggota DPRD Lampung Tengah. Polisi telah mengidentifikasi beberapa nama yang diyakini menjadi pemasok senjata api dan amunisi kepada tersangka.
Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit, mengonfirmasi bahwa penyelidikan terus berlanjut untuk menelusuri asal-usul senjata api tersebut.
“Kita sedang mengejar dari mana pelaku pendapatkan senjata tersebut. Ada mengerucut nama-nama tapi tidak kami sebutkan karena dalam pengembangan.” kata Kapolres Lampung Tengah, AKBP Andik Purnomo Sigit.
Kasus ini bermula dari insiden tragis yang terjadi pada Sabtu, 6 Juli 2024, ketika MSM, seorang anggota DPRD Lampung Tengah, secara tidak sengaja menembak seorang warga bernama Salam. Insiden itu terjadi di sebuah pesta pernikahan, di mana tembakan nyasar dari senjata milik MSM menewaskan Salam. Peristiwa ini segera memicu perhatian publik dan memaksa pihak kepolisian untuk bertindak cepat.
Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh tim gabungan dari Jatanras Polda Lampung dan Polres Lampung Tengah, polisi berhasil menggeledah kediaman MSM. Di tempat tersebut, mereka menemukan tiga senjata api laras pendek, satu senjata laras panjang, dan puluhan amunisi ilegal. Temuan ini memperkuat dugaan bahwa MSM terlibat dalam kepemilikan senjata api tanpa izin.
Kepolisian saat ini fokus untuk menelusuri jaringan di balik pasokan senjata api ini. Dugaan adanya keterlibatan oknum aparat semakin menguat setelah ditemukan bukti-bukti yang mengarah kepada mereka sebagai pemasok senjata dan amunisi ilegal kepada MSM. Namun, untuk kepentingan penyelidikan, identitas mereka masih dirahasiakan.
Kasus ini mengundang keprihatinan luas di masyarakat, mengingat keterlibatan seorang pejabat publik dalam aktivitas ilegal seperti kepemilikan senjata api. Selain itu, adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dalam pemasokan senjata ilegal ini menambah lapisan kompleksitas yang harus dihadapi oleh pihak kepolisian dalam menuntaskan kasus ini.



