Rekrutmen Afirmatif TNI-Polri, Miliki Potensi Ancaman Serius

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Program rekrutmen afirmatif TNI-Polri bertujuan meningkatkan representasi masyarakat Papua. Namun, ada kekhawatiran akan potensi pembelotan yang dapat mengancam keamanan dan kedaulatan nasional. Hal tersebut disampaikan oleh Peneliti Senior Human Studies Institute (HSI), Syurya M. Nur (29/6).

“Kelompok separatis gerakan Papua merdeka dapat menyusup melalui program ini, memanfaatkan pelatihan militer dan Kepolisian untuk memperkuat kemampuan tempurnya dalam melakukan serangan kepada personel kita sendiri dari TNI-Polri”, Katanya.

- Advertisement -

Ia merujuk berbagai kasus yang muncul dari masalah pembelotan, penyelundupan dan penjualan senjata kepada kelompok separatis oleh disertir TNI Denis Murib yang tewas disergap pasukan TNI pada pertengahan Juni ini dan anggota Polres Yalimo Bripda Anke Mabel.

“Kasus pembelotan dan penyelundupan senjata yang dilakukan oleh Denis Murib dan Anke Mabel memberikan warning kepada kita potensi ancaman besar bagi keselamatan personel TNI-Polri maupun adanya potensi kelompok separatis memperkuat barisannya untuk dimanfaatkan membentuk pasukan paramiliternya”, tegasnya.

Kekhawatirannya diperkuat adanya laporan investigasi Aliansi Demokrasi untuk Papua (AIDP) berbasis berkas-berkas pengadilan dan rujukan pemberitaan selama 11 tahun terakhir (2011-2021) mengenai perdagangan senjata api dan amunisi ilegal di Papua.

- Advertisement -

“Sangat menyeramkan yah jika kita telaah laporan AIDP, bahwa sepanjang 2011-2021, ada 51 orang yang dipidana karena terlibat perdagangan senjata di Papua. Mereka terdiri 31 warga sipil, 14 prajurit TNI, dan 6 anggota Polri, dań nilai transaksinya miliaran rupiah”, jelasnya.

Pakar Komunikasi dan Politik Universitas Esa Unggul Indonesia ini menyebutkan dampak dari masalah pembelotan oknum hasil rekrutmen afirmatif TNI-Polri.

“Berbagai peristiwa pembelotan yang terjadi ini dapat merusak moral dan kohesi internal TNI-Polri, juga menciptakan ketidakpercayaan antaranggota”, tuturnya.

Menurutnya juga potensi ancaman ini juga berdampak pada stabilitas politik dan sosial di wilayah-wilayah yang rentan terhadap gerakan separatis.

“Ketika kelompok separatis memiliki pasukan yang terlatih dan terorganisir, mereka dapat meningkatkan intensitas dan frekuensi serangan, sehingga mengancam keamanan dan ketertiban masyarakat. Hal ini dapat memperburuk ketegangan etnis dan sosial yang sudah ada, serta menghambat pembangunan dan kesejahteraan di wilayah Papua”, tegasnya.

Pemerintah dan khususnya pimpinan TNI-Polri harus mengambil solusi langkah pencegahan yang lebih ketat dalam proses rekrutmen afirmatif dari berbagai peristiwa yang terjadi yang memakan korban gugurnya putra bangsa, dari rakyat bahkan unsur TNI-Polri karena serangan kelompok separatis yang semakin intensif dan sporadis.

“Jangan kita bangga melihat kuantitas dari kebijakan ini, namun perlu adanya evaluasi yang lebih mendalam dari ekses negatif ini terulang kesekian kalinya tanpa ada tindakan nyata dari pimpinan TNI-Polri”, tutupnya.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Karhutla Jabar Capai 526 Kejadian, 1.082 Hektare Terbakar

JCCNetwork.id- Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jawa Barat terus menjadi perhatian seiring meluasnya wilayah terdampak sepanjang 2026. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Momen Prabowo Hormat Terakhir kepada Mendiang Jenderal Subagyo H.S.
02:38
Video thumbnail
Bahlil Beberkan Kondisi Stok BBM Nasional hingga Bali di Tengah Lonjakan Harga Minyak
05:02
Video thumbnail
Sidang Ijazah Gibran Berujung Aduan, Tukang Sumur Minta 9 Hakim Disanksi #shorts #trending
02:00
Video thumbnail
Rosan Ungkap Investasi Rp3.923 Triliun di Era Prabowo, Jutaan Pekerja Terserap #shorts #trending
01:59
Video thumbnail
Rosan Ungkap Investasi Era Prabowo Capai Rp3.923 Triliun, Jutaan Tenaga Kerja Terserap
15:48
Video thumbnail
Kapolri Blak-blakan Bongkar Dugaan Keterlibatan Pihak Asing di Balik Kasus Karhutla #shorts
00:57
Video thumbnail
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo, Airlangga-Suahasil Ungkap Kondisi Ekonomi RI
11:36
Video thumbnail
Kapolri Ungkap Dugaan Ada Pihak Asing Terlibat Kasus Karhutla
08:07
Video thumbnail
Menko Polkam dan Kapolri Segera Ungkap Korporasi Terduga Pelaku Karhutla
08:36
Video thumbnail
Ijazah Gibran Terus Disorot, Pelapor Heran Denny Indrayana Cs Tak Persoalkan Pendidikan Prabowo
09:18
Video thumbnail
Tukang Sumur Adukan 9 Hakim MK ke MKMK, Minta Diberi Sanksi Imbas Sidang Ijazah Gibran
10:10
Video thumbnail
Maruli Terima Tugas BNPPDT dari Tito, Ini Barisan Jenderal TNI-Polri yang Diperkenalkan
12:42
Video thumbnail
Menko Polkam Ungkap 97 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Menko Polkam Beberkan 97 Perusahaan Terkait Karhutla Sebut Sudah Diproses Hukum
08:52
Video thumbnail
Malaysia Ajak ASEAN Protes Indonesia soal Kabut Asap, Begini Respons Pemerintah
09:38
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam #shorts #trending
00:49
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam
09:15
Video thumbnail
Karhutla Disorot Malaysia, Ini Kata Tito #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Peluk Mahasiswa Anak Yatim, Ternyata Punya Kerjaan Sampingan #shorts
01:33
Video thumbnail
Menko Polkam Sampaikan Situasi Terkini, Begini Kondisi Keamanan Indonesia
17:39

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER