TAP Perkuat Kompetensi Petani Sawit Swadaya

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- PT Triputra Agro Persada Tbk. memperkuat kapasitas petani kelapa sawit swadaya melalui program Petani Berkualitas dan Sejahtera (Perkasa) yang dijalankan di sekitar wilayah operasional PT Dwiwira Lestari Jaya (DLJ), Kalimantan Timur. Program ini ditujukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani dalam mengelola perkebunan secara tepat guna mendukung produktivitas dan keberlanjutan industri kelapa sawit.

 

- Advertisement -

Melalui program TAP Untuk Negeri, perusahaan memberikan kesempatan kepada petani untuk memperoleh pembelajaran langsung dari praktisi yang memiliki pengalaman lebih dari 20 tahun di industri kelapa sawit. Pendampingan tersebut diharapkan membantu petani swadaya memahami teknik budi daya yang sesuai, mulai dari tahap awal penanaman hingga pengelolaan hasil panen.

 

Peningkatan kompetensi petani menjadi salah satu aspek penting dalam mendorong kemajuan perkebunan rakyat. Pengetahuan mengenai teknik agronomi yang tepat dinilai dapat membantu petani mengoptimalkan pemeliharaan tanaman, menggunakan sarana produksi secara efektif, serta menjaga kualitas hasil perkebunan.

- Advertisement -

 

Materi dalam pelatihan Perkasa mencakup berbagai aspek pengelolaan kebun kelapa sawit. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai keselamatan kerja, biologi tanaman kelapa sawit, persiapan lahan, teknik penanaman, pembibitan, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, pengelolaan gulma, pemeliharaan tanaman, hingga tata cara panen.

 

Sejumlah materi diberikan dengan mempertimbangkan kebutuhan petani dalam menjalankan kegiatan perkebunan sehari-hari. Pembibitan, misalnya, menjadi bagian penting untuk membantu petani memahami pemilihan bibit yang sesuai agar tanaman dapat tumbuh dengan baik.

 

Pada materi pemupukan, peserta mempelajari penentuan jenis dan dosis pupuk yang diperlukan tanaman. Pemahaman tersebut diharapkan membantu petani menerapkan pemupukan secara lebih tepat berdasarkan kebutuhan tanaman, sehingga penggunaan pupuk dapat dilakukan secara efektif.

 

Persiapan panen juga menjadi perhatian dalam kegiatan pembelajaran. Petani dibekali pengetahuan mengenai pemeliharaan tanaman yang mendukung kegiatan panen serta pengelolaan pelepah untuk menunjang perkembangan tanaman dan mempermudah pekerjaan di kebun.

 

Selain itu, pelatihan mencakup teknik pengendalian gulma menggunakan metode spot spraying, yaitu penyemprotan secara terarah pada bagian atau area yang membutuhkan penanganan. Pendekatan ini memberikan pemahaman kepada petani mengenai penerapan pengendalian gulma sesuai kondisi kebun.

 

Peserta juga mempelajari pengaturan songgo atau pelepah penyangga tandan serta teknik pemangkasan pelepah (pruning) sesuai kebutuhan tanaman. Kedua aspek tersebut menjadi bagian dari praktik pemeliharaan kebun yang perlu diperhatikan agar pengelolaan tanaman dapat dilakukan secara tepat.

 

Program Perkasa yang dilaksanakan di DLJ telah mencapai Batch 109 dengan melibatkan 42 peserta. Para peserta merupakan petani swadaya yang mengelola kebun secara mandiri, termasuk melakukan penanaman, perawatan tanaman, dan pemanenan.

 

Keterlibatan petani yang mengurus kebunnya sendiri menjadi salah satu sasaran penting program tersebut. Dengan memperoleh akses terhadap pengetahuan agronomi dari praktisi berpengalaman, petani diharapkan mampu mengevaluasi praktik pengelolaan kebun yang selama ini diterapkan dan melakukan perbaikan sesuai kebutuhan masing-masing.

 

Perwakilan Pemerintah Desa Biatan Ulu, Kabupaten Berau, Jarmansyah, menyambut positif pelaksanaan pelatihan tersebut. Menurut dia, kegiatan ini dapat menjadi sarana bagi masyarakat untuk memperluas pengetahuan dalam mengelola perkebunan kelapa sawit.

 

Jarmansyah menilai, masih terdapat petani yang membutuhkan tambahan wawasan agar hasil pengelolaan kebunnya dapat meningkat. Karena itu, pelatihan yang memberikan pemahaman teknis mengenai budi daya dinilai relevan dengan kebutuhan masyarakat di wilayahnya.

 

“Pelatihan Perkasa ini, sangat baik untuk masyarakat kami. Karena banyak petani kami yang, istilahnya bertani tapi mungkin sampai saat ini hasilnya belum bisa memuaskan. Harapan kami, ke depannya dari pelatihan Perkasa ini bisa menambah wawasan dan menambah hasil dari kebun masyarakat kami,” ujar Jarmansyah, dikutip dari keterangan tertulis, Selasa, 20 Oktober 2026.

 

Selain meningkatkan keterampilan teknis, program Perkasa turut membuka kesempatan bagi perempuan untuk terlibat dalam kegiatan peningkatan kompetensi di sektor perkebunan. Pada kelompok pelatihan terakhir, peserta perempuan tercatat mencapai 40 persen dari keseluruhan peserta.

 

Partisipasi tersebut menunjukkan upaya memperluas akses pembelajaran kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan. Perempuan juga memperoleh kesempatan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan yang dapat dimanfaatkan dalam pengelolaan kebun kelapa sawit.

 

Keterlibatan perempuan dalam pelatihan perkebunan menjadi bagian dari perluasan kesempatan belajar bagi masyarakat. Dengan akses terhadap materi agronomi yang sama, peserta diharapkan dapat meningkatkan pemahaman mengenai praktik budi daya dan berkontribusi dalam pengelolaan usaha perkebunan keluarga.

 

Kolaborasi untuk Meningkatkan Produktivitas Sawit Rakyat

 

Penguatan kapasitas petani swadaya sejalan dengan dorongan pemerintah untuk meningkatkan produktivitas perkebunan rakyat melalui pendampingan dan kerja sama dengan dunia usaha.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menekankan pentingnya peran perusahaan dalam membantu pekebun rakyat meningkatkan kemampuan teknis dan kualitas produksi. Menurut dia, peningkatan produktivitas membutuhkan transfer pengetahuan serta kolaborasi yang berkelanjutan antara berbagai pihak.

 

“Kita ingin produktivitas sawit rakyat naik dan kualitasnya setara dengan standar industri. Hal itu hanya bisa dicapai jika ada pendampingan, transfer pengetahuan, dan kolaborasi yang kuat,” tegas Amran.

 

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pengembangan perkebunan kelapa sawit tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan perusahaan, tetapi juga membutuhkan peningkatan kemampuan petani rakyat yang menjadi bagian penting dalam rantai produksi.

 

Petani swadaya memerlukan akses terhadap informasi dan keterampilan yang dapat diterapkan dalam kegiatan perkebunan sehari-hari. Penguasaan teknik pembibitan, pemupukan, pemeliharaan tanaman, pengendalian organisme pengganggu, serta pengelolaan panen menjadi sejumlah aspek yang dapat mendukung perbaikan praktik budi daya.

 

Dalam konteks tersebut, pelatihan dan pendampingan menjadi salah satu pendekatan untuk memperkecil kesenjangan pengetahuan antara petani swadaya dan praktik pengelolaan perkebunan yang diterapkan dalam industri.

 

Melalui Perkasa, TAP berupaya memperluas kesempatan belajar bagi petani di sekitar wilayah operasionalnya. Materi yang diberikan dirancang agar dapat menjadi bekal bagi peserta dalam mengelola kebun masing-masing berdasarkan kondisi tanaman dan kebutuhan di lapangan.

 

Ke depan, penerapan pengetahuan yang diperoleh melalui pelatihan menjadi salah satu faktor penting untuk mendukung perbaikan pengelolaan kebun. Peningkatan keterampilan yang disertai praktik budi daya yang tepat diharapkan dapat membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus memperkuat fondasi pengembangan industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

 

Dengan memperluas akses pelatihan, pendampingan, dan transfer pengetahuan, penguatan petani swadaya diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pembelajaran, tetapi juga mendorong penerapan praktik agronomi yang lebih baik dalam pengelolaan perkebunan rakyat.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo Terjaring OTT KPK, 20 Orang Ikut Diamankan

JCCNetwork.id- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar operasi tangkap tangan (OTT) di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, pada Kamis (15/10/2026). Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo menjadi...
KONTEN VIDEO
Video thumbnail
Menko Polkam dan Kapolri Segera Ungkap Korporasi Terduga Pelaku Karhutla
08:36
Video thumbnail
Ijazah Gibran Terus Disorot, Pelapor Heran Denny Indrayana Cs Tak Persoalkan Pendidikan Prabowo
09:18
Video thumbnail
Tukang Sumur Adukan 9 Hakim MK ke MKMK, Minta Diberi Sanksi Imbas Sidang Ijazah Gibran
10:10
Video thumbnail
Maruli Terima Tugas BNPPDT dari Tito, Ini Barisan Jenderal TNI-Polri yang Diperkenalkan
12:42
Video thumbnail
Menko Polkam Ungkap 97 Perusahaan Terindikasi Terkait Karhutla #shorts #trending
01:11
Video thumbnail
Menko Polkam Beberkan 97 Perusahaan Terkait Karhutla Sebut Sudah Diproses Hukum
08:52
Video thumbnail
Malaysia Ajak ASEAN Protes Indonesia soal Kabut Asap, Begini Respons Pemerintah
09:38
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam #shorts #trending
00:49
Video thumbnail
Kenapa Karhutla Belum Jadi Bencana Nasional? Ini Penjelasan Menko Polkam
09:15
Video thumbnail
Karhutla Disorot Malaysia, Ini Kata Tito #shorts #trending
01:48
Video thumbnail
Momen Haru Mentan Amran Peluk Mahasiswa Anak Yatim, Ternyata Punya Kerjaan Sampingan #shorts
01:33
Video thumbnail
Menko Polkam Sampaikan Situasi Terkini, Begini Kondisi Keamanan Indonesia
17:39
Video thumbnail
Bikin Haru! Mentan Amran Peluk Mahasiswa S2 Anak Yatim, Beri Dukungan Penuh
09:50
Video thumbnail
Momen Jenderal Maruli Resmi Emban Tanggung Jawab Kepala BNPPDT
08:17
Video thumbnail
KPK Beberkan Peran Eks Kepala BNPB dalam Kasus Dana Bencana
18:52
Video thumbnail
Momen Prabowo Sambut Sekjen PBB António Guterres di Hambalang
01:34
Video thumbnail
Blak-blakan Bahlil Ungkap Keimanan Ketua Umum PIKI Sekaligus Menteri Ara Naik Tiga Derajat
09:27
Video thumbnail
Aturan Prajurit TNI Diadili di Peradilan Militer Berubah Ada Batas Waktu 2 Tahun untuk Berbenah
10:03
Video thumbnail
JPPI: Program MBG Harus Jadi Penggerak Ekonomi Lokal, Petani hingga Peternak Wajib Diberdayakan
09:32
Video thumbnail
Nusron Wahid Dua Kali Tak Hadir Pemeriksaan KPK, Bakal Dijemput Paksa? Ini Kata KPK
09:14

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER