JCCNetwork.id- Ledakan dahsyat yang terjadi di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat, Tangerang Selatan, Banten, pada Rabu (14/10/2026) malam, mengakibatkan 13 orang menjadi korban. Dari jumlah tersebut, dua orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan 11 lainnya mengalami luka-luka dengan tingkat keparahan yang berbeda.
Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq mengonfirmasi jumlah korban dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/10/2026). Ia menyebutkan, korban meninggal dunia dalam insiden tersebut berjumlah dua orang.
“Dengan rincian 11 orang luka-luka, dan 2 orang meninggal dunia,” kata Kapolsek Ciputat Timur Kompol Bambang Askar Sodiq dalam keterangannya kepada wartawan di Jakarta, Kamis (15/10).
Dua korban yang meninggal dunia masing-masing bernama Riko dan Achmad Tri Prasetyo. Sementara itu, para korban luka telah mendapatkan penanganan medis di sejumlah rumah sakit di wilayah Tangerang Selatan dan Jakarta Selatan.
Berdasarkan data yang dihimpun, para korban tersebar di tiga fasilitas kesehatan, yakni RSUD Tangerang Selatan, RS Sari Asih, dan RS Fatmawati. Sejumlah korban mengalami luka ringan akibat terkena serpihan, sedangkan beberapa lainnya menderita luka bakar dan luka berat yang memerlukan penanganan lebih lanjut.
Di RSUD Tangerang Selatan, terdapat lima korban yang tercatat mendapatkan penanganan medis. Dua di antaranya, Andri dan Andre, mengalami luka bakar hingga 90 persen. Kondisi tersebut menunjukkan beratnya dampak ledakan yang menimpa para korban di lokasi kejadian.
Selain keduanya, Maman dan Ade mengalami luka ringan akibat terkena serpihan. Sementara itu, Riko yang juga tercatat dalam daftar korban di rumah sakit tersebut dinyatakan meninggal dunia.
Selanjutnya, RS Sari Asih menangani lima korban, yakni Anasyah, Sarmin, Wahyu Muhammadinno, Mudiyawati, dan Durham Efendi. Kelimanya dilaporkan mengalami luka ringan dan mendapatkan perawatan medis.
Adapun di RS Fatmawati, terdapat tiga korban, yaitu Suryanto, Bahtiar, dan Achmad Tri Prasetyo. Suryanto dan Bahtiar mengalami luka berat, sedangkan Achmad Tri Prasetyo dinyatakan meninggal dunia.
Dengan demikian, total korban dalam peristiwa ledakan tersebut mencapai 13 orang, sesuai dengan keterangan kepolisian. Aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap penyebab ledakan serta memastikan kronologi kejadian.
Ledakan Terjadi di Gudang Penyimpanan Buah
Kepolisian mengungkapkan bahwa lokasi ledakan berada di sebuah gudang penyimpanan buah di kawasan Pasar Cimanggis, Ciputat. Saat kejadian berlangsung, sejumlah pekerja diduga tengah melakukan aktivitas pengemasan buah yang akan didistribusikan ke berbagai pasar.
Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Susatyo Purnomo Condro menjelaskan, keterangan awal yang diperoleh dari saksi di sekitar lokasi menunjukkan adanya kegiatan pengepakan buah sebelum ledakan terjadi.
Menurut dia, buah-buahan tersebut dikemas untuk selanjutnya dikirimkan sebagai bagian dari kegiatan distribusi ke pasar-pasar.
“Berdasarkan dari keterangan saksi di lingkungan lagi melakukan ada kegiatan pengepakan dan sebagainya, pengepakan buah-buah untuk ke disuplai ke pasar-pasar dan sebagainya,” ucapnya.
Meski aktivitas pengepakan buah berlangsung di lokasi tersebut, polisi belum menyampaikan kesimpulan mengenai faktor yang memicu ledakan. Penyelidikan masih diperlukan untuk memastikan sumber ledakan, rangkaian peristiwa sebelum kejadian, serta kemungkinan adanya unsur kelalaian atau faktor lain.
Polisi Periksa Lima Saksi
Untuk mengungkap penyebab insiden yang menewaskan dua orang tersebut, kepolisian berencana memeriksa lima saksi. Pemeriksaan akan dilakukan di Polres Tangerang Selatan sebagai bagian dari proses pengumpulan keterangan dan pendalaman fakta di lapangan.
Keterangan para saksi dinilai penting untuk merekonstruksi situasi di gudang penyimpanan buah sebelum ledakan terjadi, termasuk aktivitas yang sedang dilakukan para pekerja serta kondisi di sekitar lokasi.
Selain meminta keterangan saksi, penyelidikan juga diarahkan untuk memperoleh gambaran yang lebih lengkap mengenai peristiwa tersebut. Polisi masih mendalami berbagai informasi yang berkaitan dengan kejadian, termasuk kemungkinan faktor yang menyebabkan ledakan di tempat penyimpanan buah itu.
Susatyo mengatakan, perkembangan penyelidikan akan disampaikan lebih lanjut setelah proses pemeriksaan berjalan.
“Hal yang saat ini akan dilakukan yakni pemeriksaan di Polres Tangerang Selatan dan perkembangan akan kami sampaikan lebih lanjut,” ucapnya.
Hingga Kamis (15/10/2026), kepolisian masih mengumpulkan keterangan untuk memastikan penyebab ledakan di Pasar Cimanggis, Ciputat. Sementara itu, para korban luka menjalani perawatan di rumah sakit, sedangkan dua korban meninggal dunia telah teridentifikasi bernama Riko dan Achmad Tri Prasetyo.
Polisi diharapkan dapat mengungkap secara menyeluruh penyebab ledakan tersebut agar rangkaian kejadian yang menimbulkan korban jiwa dan luka-luka itu menjadi jelas. Hasil penyelidikan juga akan menjadi dasar untuk menentukan apakah terdapat faktor kelalaian atau penyebab lain yang berkaitan dengan insiden tersebut.























