PBB Serukan Kerjasama Global Tangani Dampak Negatif AI

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Antonio Guterres, telah menyerukan kepada negara-negara untuk menjamin bahwa kecerdasan buatan (AI) tidak pernah memperburuk kesenjangan atau menimbulkan ketidaksetaraan.

Dalam pidatonya di Dewan Persatuan Telekomunikasi Internasional (ITU), Guterres mengingatkan bahwa kemajuan teknologi telah melampaui kapasitas untuk mengaturnya, dan menekankan perlunya kreativitas untuk menghadapi tantangan ini.

- Advertisement -

“Kita harus bekerja sama untuk memastikan bahwa AI tidak pernah mendukung kesenjangan. Tantangan unik seperti ini memerlukan solusi unik. Kita tidak punya waktu untuk disia-siakan,” katanya.

Guterres menyoroti bahwa negara-negara berkembang membutuhkan dukungan teknis dan investasi dalam bidang data, komputasi, dan sumber daya manusia untuk dapat terlibat sepenuhnya dan mendapatkan manfaat dari revolusi AI.

“Pekerjaan ITU membangun kapasitas di negara-negara berkembang… merupakan bagian penting dari upaya kami untuk mencegah kesenjangan AI baru yang hanya akan memperburuk kesenjangan yang sudah ada,” ucapnya.

- Advertisement -

Saat menghadapi tantangan kesenjangan digital, kesenjangan data, kesenjangan investasi, dan kesenjangan tata kelola, Guterres menyerukan agar negara-negara bekerja sama untuk membangun jembatan. Dia juga menandai Summit of the Future yang akan datang pada bulan September sebagai kesempatan utama untuk bergerak maju.

PBB berencana untuk menyetujui Global Digital Compact untuk meningkatkan kerja sama digital pada pertemuan tingkat tinggi tersebut. Guterres menekankan bahwa momentum menuju Compact digital global yang ambisius semakin memperkuat, dengan tujuan menghubungkan mereka yang belum terhubung dan mengakhiri pengecualian digital dalam segala bentuk.

“Memetakan arah menuju AI yang aman dan inklusif yang menempatkan manusia sebagai pusat dan melindungi hak asasi manusia, dan menyalurkan inovasi untuk mempercepat kemajuan dalam tujuan pembangunan berkelanjutan, serta melindungi planet kita,” tambah dia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Sejumlah Bangunan Rusak Usai Gempa Kuat M 6,7 di Sulawesi Tengah

JCCNetwork.id- Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah pada Selasa (16/6/2026). Guncangan kuat yang berpusat di wilayah tenggara Kota Palu tersebut...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER