Hal itu terbukti dengan hingga saat ini belum ada satu pun bakal calon Bursel yang mengumumkan sudah mengantongi surat resmi rekomendasi partai dari pusat yang di proses ke tingkat DPD dan DPW.
“Jadi surat tugas belum (ada yang dikantongi), rekomendasi juga belum,” ungkap Mony.
Menurut dia, jika mendapat rekomendasi partai dan siap bertarung dalam Pilkada Serentak 2024 ini, visi misi yang akan diusungnya antara lain membangun “smart city” di ibukota Kabupaten Bursel, yakni Namrole.
“Kami akan membangun smart city atau merekonstruksi pembangunan ibukota Kabupaten Buru Selatan menjadi kota cerdas, kota yang modern dan ramah lingkungan, sehingga setiap orang yang kemudian hadir di sana bisa menikmati pemandangan maupun fasilitas pelayanan publik yang cukup memberikan kepuasan,” terangnya.
Mony mengakui, pihaknya belum menentukan siapa bakal calon wakil bupati yang akan berpasangan dengannya, lantaran masih menjadi pertimbangan dalam internal timnya.
“Untuk calon wakil masih dikomunikasikan dengan beberapa orang, tapi itu masih menjadi rahasia di internal tim kami. Akan kami sampaikan secara resmi nanti ketika sudah ‘deal’ dengan yang bersangkutan,” pungkasnya.
Saat ini, Kabupaten Buru Selatan dipimpin oleh seorang bupati perempuan, Safitri Malik Soulisa. Safitri merupakan istri dari Bupati Buru Selatan sebelumnya, Tagop Sudarsono Soulisa, yang memimpin selama dua periode, 2011–2016 dan 2016–2021.
Tagop sejak Agustus 2023 telah menjadi tahanan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Ambon untuk menjalani pidana badan selama delapan tahun, atas kasus suap dan gratifikasi.
Dia juga diwajibkan untuk membayar uang pengganti senilai Rp5,7 miliar.
Terbaru, Tagop dituntut empat tahun penjara atas kasus dugaan Tindak pidana pencucian uang (TPPU) oleh Jaksa Penuntut Umum (KPU) KPK dalam sidang di pengadilan Tipikor Ambon, Selasa, 4 Juni 2024 lalu.



