JCCNetwork.id- Pemerintah China mengkritik keras serangan udara Israel terhadap kamp pengungsi Palestina di Rafah, Jalur Gaza, yang menewaskan setidaknya 45 orang, termasuk anak-anak. Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China, Mao Ning, menyampaikan keprihatinannya dalam sebuah pengarahan pers pada Selasa (28/5/2024).
“China sangat prihatin atas operasi militer Israel di Rafah,” ujarnya.
Mao juga mencatat bahwa Mahkamah Internasional telah tiga kali mengeluarkan perintah sementara terkait konflik Israel-Palestina, dan secara eksplisit meminta Israel menghentikan operasinya di Rafah.
“Hal ini mencerminkan konsensus dunia dan seruan kuat untuk segera melakukan gencatan senjata, melindungi warga sipil, dan mengurangi krisis kemanusiaan. Langkah-langkah sementara yang relevan harus diterapkan secara efektif sesegera mungkin,” kata Mao.
Serangan Israel pada Minggu (26/5/2024) malam tersebut dilaporkan menargetkan kelompok Hamas, tetapi juga mengakibatkan korban sipil yang signifikan, termasuk anak-anak. Tindakan Israel ini mendapat kecaman internasional, termasuk dari PBB, Uni Eropa, dan Indonesia.
“Indonesia mengecam keras serangan Israel terhadap kamp pengungsi Palestina di Rafah. Serangan ini merupakan pelanggaran terang-terangan terhadap Perintah ICJ (International Court of Justice/Mahkamah Internasional),” kata Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI lewat akun X resminya, Selasa (28/5/2024).
“Indonesia menyerukan komunitas internasional meningkatkan tekanannya agar Israel mematuhi seluruh Perintah ICJ dan menghentikan semua kekerasan terhadap rakyat sipil Gaza,” tutur Kemlu RI.
Sejak agresi Israel dimulai pada Oktober tahun lalu, lebih dari 34 ribu warga Palestina di Gaza telah terbunuh.














