Taliban Terus Tangkap Wartawan dan Perketat Aturan

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Para pendukung kebebasan pers mengeluarkan seruan kepada otoritas Taliban di Afghanistan untuk membebaskan seorang wartawan lokal yang telah ditahan atas tuduhan yang belum dijelaskan.

Habib Rahman Taseer, wartawan tersebut, ditangkap oleh badan intelijen Taliban di provinsi Ghazni pada awal bulan ini dan kemudian dipindahkan ke penjara provinsi pada Rabu (17/4). Pusat Jurnalis Afghanistan (AFJC) menyatakan permintaan pembebasan Taseer secara segera dan tanpa syarat.

- Advertisement -

“Kami menuntut pembebasannya segera dan tanpa syarat,” kata AFJC dalam sebuah pernyataan, dikutip.

Meskipun AFJC memberikan pernyataan tersebut, pejabat di Kementerian Informasi dan Kebudayaan Afghanistan yang mengatur media tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar terkait penahanan Taseer. Taliban telah terus melakukan penganiayaan terhadap wartawan dan kontributor media yang beroperasi di luar negeri.

Aturan ketat yang diterapkan oleh rezim Taliban juga mempengaruhi lembaga-lembaga bantuan, sedangkan wartawan di Afghanistan menyatakan bahwa pihak berwenang Taliban secara teratur melacak individu yang menyediakan konten untuk organisasi-organisasi yang dilarang.

- Advertisement -

Badan penyiaran Afghanistan juga mengumumkan pembekuan dua saluran televisi swasta, Noor TV dan Barya TV, dengan alasan dugaan pelanggaran peraturan media. Kasus-kasus ini telah dirujuk ke pengadilan Taliban. Kementerian Penerangan dan Komisi Regulasi Media memberikan penjelasan yang samar mengenai penangguhan stasiun televisi tersebut yang pemiliknya dilaporkan tinggal di luar Afghanistan.

Taliban telah mewajibkan pembawa acara berita dan tamu perempuan untuk menutup wajah kecuali bagian mata, bahkan di beberapa daerah melarang stasiun radio menyiarkan suara perempuan. Meskipun dikecam luas oleh dunia internasional, pejabat Taliban menilai kebijakan ini sesuai dengan nilai-nilai Islam dan tradisional.

- Advertisement -

BERITA TERBARU

spot_img

EKONOMI

TERPOPULER