Bandara Komodo Labuan Bajo Naik Kelas, Resmi Jadi Bandara Internasional

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah menetapkan Bandara Komodo Labuan Bajo, yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), dari status bandara domestik menjadi bandara internasional. Keputusan ini diatur dalam Keputusan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Nomor KM 31 Tahun 2024.

Ceppy Triono, Kepala Unit Penyelenggara Bandara Udara (UPBU) Komodo Labuan Bajo, mengonfirmasi penerimaan salinan keputusan tersebut. Dia menyatakan kesiapannya untuk berkoordinasi dengan direktorat teknis untuk mengimplementasikan ketentuan yang disebutkan dalam keputusan tersebut.

- Advertisement -

“Saya juga baru mendapatkan salinannya pagi tadi,” kata Ceppy Triono, Jumat (27/4/2024).

Triono menegaskan bahwa sebagai bandara internasional, Komodo Labuan Bajo harus memenuhi standar keselamatan, keamanan, dan pelayanan yang ditetapkan. Selain itu, harus ada unit kerja dan personel yang bertanggung jawab atas berbagai kegiatan kepabeanan, keimigrasian, dan kekarantinaan. Koordinasi juga harus terjaga untuk kelancaran operasional bandara internasional melalui Komite Fasilitasi (FAL) Bandar Udara.

Menanggapi penetapan ini, Triono mengungkapkan keyakinannya dalam mencapai target jumlah penumpang sebesar 1 juta pada tahun 2024. Dia merujuk pada pencapaian sebelumnya di tahun 2023 yang telah mencapai 860 ribu penumpang. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan infrastruktur menjadi salah satu strategi yang dilakukan.

- Advertisement -

Salah satu peningkatan infrastruktur yang direncanakan adalah perpanjangan landasan pacu agar dapat menampung pesawat dengan kapasitas yang lebih besar. Selain itu, kapasitas apron dan terminal juga akan ditingkatkan untuk mengakomodasi peningkatan jumlah pesawat dan penumpang.

Dengan peningkatan infrastruktur yang direncanakan, diharapkan Bandara Komodo Labuan Bajo dapat lebih siap menghadapi kegiatan operasional sebagai bandara internasional dan mencapai target kunjungan wisatawan yang ambisius.

“Tambah luasan apron. Kalau sekarang hanya mampu (tampil) 7 pesawat, mau rencana tambah 100 m × 100 m,” ujarnya pula.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Mahasiswa UGM Kritik Pejabat dalam Forum Pancasila

JCCNetwork.id-Serikat Mahasiswa Universitas Gadjah Mada (SEMA UGM) melontarkan kritik terhadap kehadiran tiga pejabat pemerintah dalam diskusi bertajuk Pancasila Pemersatu Bangsa yang berlangsung di Gelanggang...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER