Kembali Disinggung Soal Jatah Menteri, AHY Tegaskan Tak Ingin Ganggu Pikiran Prabowo

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id – Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), kembali disinggung soal jatah menteri calon presiden terpilih Prabowo Subianto. AHY menegaskan bahwa pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada Prabowo.

“Seperti saya sampaikan beberapa saat lalu, kami tidak ingin mengganggu pikiran Pak Prabowo dengan hal lain. Kita ingin memberikan support, termasuk melalui usulan melalui hal-hal yang perlu kita prioritaskan dalam pembangunan lima tahun ke depan,” kata AHY saat berkunjung ke Balaikota DKI Jakarta, Selasa (2/4/2024).

- Advertisement -

Meski demikian, dirinya mengakui jika hal tersebut menjadi momen yang paling ditunggu. Ia juga mengaku hal tersebut merupakan sebuah semangat bagi Partai Demokrat.

“Tentu kami keluarga Demokrat ingin mempersiapkan diri, karena ini yang kami tunggu sembilan tahun terakhir. Ketika kami berada di luar pemerintahan, kapan saatnya Demokrat bisa kembali diperankan dalam pemerintahan nasional, itulah yang menjadi semangat kami,” ujar dia.

AHY menegaskan, perihal jumlah kursi yang diinginkan, pihaknya tak mematok seperti yang dilakukan oleh partai lainnya. Meski ke depannya Demokrat mendapatkan jatah menteri, AHY kembali menegaskan akan diberikan kepada kader yang memenuhi kualifikasi.

- Advertisement -

“Yang jelas apa yang beliau sampaikan yaitu Pak Prabowo kepada saya, tolong disiapkan kader-kader yang bagus, yang baik, yang punya kapasitas juga untuk membantu pemerintahan ke depan,” ujar AHY yang juga Menteri ATR/BPN itu.

“Kita ingin berbuat dengan lebih konkret, lebih nyata. Karena melalui pemerintahan eksekutif kita bisa memperjuangkan secara lebih nyata segala aspirasi rakyat,” sambung dia.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Dua Warga Sulsel Jadi Sandera Perompak Somalia

JCCNetwork.id-Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan bergerak cepat menindaklanjuti kasus penyanderaan awak Kapal Tanker Honour 25 oleh perompak di perairan Somalia yang terjadi sejak 21 April...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER