Berikut Kronologi dan Fakta Dalang Pungli Rutan di KPK, Hingga Sebutan ‘Korting dan Lurah’

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id-Fakta mengejutkan terkuak dari balik dinding-dinding dingin Rutan KPK: kasus pungutan liar yang tak terduga. Tidak seperti intrik-intrik biasa, awal mula kekacauan ini terungkap dari sebuah kafe di wilayah Tebet, Jakarta Selatan. Di sanalah, pada sekitar tahun 2019, sekelompok nama besar berkumpul untuk menentukan ‘lurah’ mereka.

“Sekitar tahun 2019, bertempat di salah satu kafe di wilayah Tebet, Jakarta Selatan, diadakan pertemuan yang diikuti DR yang saat itu menjabat Plt Kepala Cabang Rutan, HK, MR, RUA, dan RR dalam rangka menunjuk dan memerintahkan MR sebagai lurah,” kata Direktur Penyidikan KPK Asep Guntur dalam konferensi pers di gedung KPK, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2024).

- Advertisement -

Menurut pengungkapan dari Direktur Penyidikan KPK, Asep Guntur, pertemuan di kafe itu melibatkan para figur kunci seperti DR, yang saat itu menjabat sebagai Plt Kepala Cabang Rutan, bersama dengan HK, MR, RUA, dan RR. Mereka berkumpul untuk menunjuk dan memberi perintah kepada MR sebagai lurah. Namun, inilah awal dari struktur tidak resmi yang mereka ciptakan sendiri.

Namun, permainan ini tak berhenti sampai di situ. Melompat ke tahun 2020, pergantian personel lurah terjadi dengan cepat. WD, MA, RR, dan RUA naik ke atas panggung dengan tanggung jawab baru sebagai pemegang tampuk kekuasaan. Tugas utama mereka? Mengumpulkan dan membagikan uang kepada koordinator tahanan, yang biasa disebut sebagai ‘korting’.

Tapi, tunggu dulu, ini bukanlah satu orang di tiap Rutan. Sejumlah individu, sesuai dengan kapasitas mereka, ditunjuk sebagai koordinator tempat tinggal. Dan si lurah adalah orang yang langsung berhubungan dengan mereka.

- Advertisement -

“Adapun tugas sebagai lurah yang mengumpulkan dan membagikan sejumlah uang dari para tahanan melalui koordinator tahanan, namanya atau disingkat korting atau koordinator tempat tinggal,” imbuhnya.

Namun, siapa dalang di balik semua ini? Menurut Asep, ide dari pungutan liar ini bermula dari Hengki, dan kemudian diteruskan oleh AF saat menjabat sebagai Karutan Definitif pada tahun 2022. Dan modus operandi mereka? Ternyata, beragam dan licik.

KPK tidak tinggal diam. Mereka telah memeriksa 15 tersangka dan menahan mereka semua. Dalam sorotan pungli di Rutan KPK, 93 pegawai terlibat.

Dan sebagai tindak lanjut, 90 di antaranya telah menghadapi sidang etik di Dewas KPK. Namun, hingga saat ini, hanya 78 yang diberi sanksi berat berupa permintaan maaf.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Detik-Detik Mengerikan Pesawat Helios 522 di Langit Athena

JCCNetwork.id- Pagi itu, 14 Agustus 2005, langit Siprus tampak cerah seperti hari-hari biasanya. Di Bandara Larnaca, para penumpang Helios Airways Flight 522 mulai memasuki...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER