JCCNetwork.id-Kehadiran klinik kecantikan telah menjadi pilihan bagi mereka yang menginginkan perawatan wajah dan tubuh yang menyeluruh. Sebagai bentuk me time untuk melepas penat, waktu yang dihabiskan di klinik kecantikan tidak hanya sekadar perawatan, tetapi juga momen untuk merawat diri.
Dalam memilih klinik kecantikan yang terbaik, kecermatan diperlukan agar sesuai dengan kebutuhan individu dalam menjaga penampilan mereka, terutama dengan bertambahnya usia.
Trend klinik kecantikan yang beragam, khususnya di Indonesia, kini semakin berkembang pesat. Salah satu yang menonjol adalah Klinik Hang Lekiu (KHL Clinic), yang menawarkan tidak hanya perawatan kecantikan tetapi juga kesehatan.
Berlokasi di Jalan Hang Lekiu III No. 10, Kebayoran, Jakarta, KHL Clinic menawarkan tiga poliklinik unggulan:
1. Dr. Narizka Rahmadhiani (Klinik Estetika)
2. Dr. Inayah Budiasti (Akupunktur dan Penurunan Berat Badan)
3. Dr. Yovi Yoanita (Kesehatan Mental)
KHL Clinic dikenal dengan beragam perawatan anti-penuaan yang disesuaikan dengan individu berusia 40 tahun ke atas. Beberapa di antaranya meliputi:
1. Penggunaan mesin canggih seperti RF, Pico, dan Hifu untuk merangsang produksi kolagen dengan panas.
2. Skin Booster, yang memberikan nutrisi pada kulit untuk merangsang produksi kolagen.
3. Collagen Stimulator, yang mendorong sel-sel pembuat kolagen alami dalam tubuh untuk menghasilkan lebih banyak kolagen.
Menurut Dr. Narizka Rahmadhiani, dokter estetika terkemuka di KHL Clinic, pencegahan lebih baik daripada pengobatan dalam menghadapi proses penuaan. “Proses anti-penuaan dimulai lebih dari 20 tahun sebelum tanda-tanda penuaan muncul. Melakukan perawatan secara teratur dapat menunda penuaan dan mempertahankan penampilan muda bahkan di usia 60-an,” ujarnya.
Dr. Narizka juga menyoroti pentingnya memulai perawatan anti-penuaan sejak dini. “Jika perawatan dimulai saat usia 40 tahun, biaya yang dikeluarkan akan lebih tinggi, dan hasilnya mungkin kurang maksimal meskipun sering melakukan perawatan seperti laser, krim, dan suntik,” tambahnya.
Dalam hal ini, Dr. Narizka menekankan perlunya pendekatan yang tepat dan tidak agresif dalam melakukan perawatan untuk individu usia 20-an. “Treatment yang terlalu agresif tidak hanya tidak efektif dalam menunda penuaan, tetapi bahkan dapat mempercepat proses penuaan,” tutupnya.



