JCCNetwork.id – Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mengumumkan rencana untuk melancarkan serangan militer ke Rafah di Jalur Gaza selatan, dan menolak tuntutan gencatan senjata dari Hamas.
Dalam konferensi pers di Yerusalem, Netanyahu menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menyetujui tuntutan Hamas karena dianggap tidak masuk akal, sambil memperingatkan akan kekuatan militer Israel untuk menghancurkan Hamas.
“Jelas kami tidak akan menyetujuinya. Jika Hamas membatalkan tuntutan ini, barulah kami akan bisa melanjutkannya,” kata Netanyahu.
Di sisi lain, kepala biro politik Hamas, Ismail Haniyeh, menekankan bahwa mereka tidak akan setuju dengan apa pun kecuali penghentian total agresi, penarikan tentara Israel dari Gaza, dan pencabutan pengepungan. Hamas juga menyoroti kebijakan kelaparan yang mereka anggap biadab.
Meski ada perundingan mengenai pertukaran sandera, belum ada kemajuan yang signifikan. Netanyahu menegaskan niatnya untuk melancarkan serangan meskipun ada peringatan dari regional dan internasional. Channel 12 Israel melaporkan bahwa rencana serangan sudah diajukan pada pemerintah.
Sementara itu, Netanyahu menegaskan ketidaksediaannya untuk melakukan pemilu selama konflik berlangsung, meskipun protes terus berlanjut di seluruh Israel menuntut pengunduran dirinya. Demonstrasi rutin diadakan setiap Sabtu di seluruh negeri.



