Kritik Dadakan dan Serentak dari Civitas Akademika, Bagian Suara Atas Penurunan Rating Capres?

BACA JUGA

OLAHRAGA

TECHNOLOGY

HIBURAN

JCCNetwork.id- Ketua Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) PWNU DKI Jakarta, H. Ahmad Yusuf, mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap maraknya upaya untuk mengganggu Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 2024.

Dalam pernyataannya, Yusuf menyoroti berbagai taktik yang digunakan oleh pihak-pihak tertentu yang ingin merusak reputasi pasangan calon presiden dan wakil presiden yang berpotensi besar memenangkan pemilu.

- Advertisement -

“Saya perhatikan sekarang ini banyak jurus yang dipakai,” kata Yusuf, Kamis (8/2/2024).

Ditambahkan oleh Yusuf bahwa berbagai isu, mulai dari mahkamah keluarga, dinasti politik, hingga pemakzulan terhadap Presiden Jokowi, menjadi bahan untuk menyerang kandidat yang tengah bersaing. Meskipun demikian, upaya tersebut belum berhasil mengubah tingkat kepuasan publik terhadap kinerja pemerintahan Jokowi yang mencapai rekor 80 persen.

“Nah sekarang sudah mulai pakai ayat, kayak waktu Pilgub Jakarta. Jadi segala macam hal akan dilakukan untuk jangan sampai pencoblosan terjadi,” timbalnya.

- Advertisement -

Yusuf juga menyoroti fenomena kritik dadakan yang muncul dari sebagian civitas akademika terkait proses demokrasi menjelang Pilpres 2024. Menurutnya, protes tersebut cenderung muncul saat survei menunjukkan penurunan popularitas calon tertentu, yang sebelumnya tidak ada masalah dalam jalannya proses demokrasi.

“Kenapa pada muncul protes sana sini karena rating nya kalah. Gara-gara surveinya rendah maka muncullah protes dengan berbagai hal,” tandasnya.

Diketahui, saat ini segelintir civitas akademika dari sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, secara dadakan dan serentak menggemakan kritik terhadap kondisi politik dalam negeri. Hal itu dilakukan dengan mengumandangkan petisi dan keprihatinan kampus, menyebutkan ada banyak tindakan menyimpang yang terjadi di pemerintahan Presiden Joko Widodo.

- Advertisement -

BACA LAINNYA

Rupiah Tertekan, Pemerintah Bantah Fiskal Bermasalah

JCCNetwork.id-Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai tekanan terhadap nilai tukar rupiah yang mendekati level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat lebih banyak dipicu sentimen negatif...

BERITA TERBARU

EKONOMI

TERPOPULER